WartaKita.org – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang terjadi belakangan ini mendorong masyarakat menjadi lebih “kreatif”. Seperti yang dilakukan warga Perumahan Troso Baru, Desa Troso, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten ini.
Belakangan, warga setempat membuat alat untuk mengubah sampah plastik menjadi BBM. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi sampah plastik yang ada di lingkungan sekitar, dan juga untuk mengurangi pengeluaran warga dalam pembelian BBM yang saat ini mengalami kenaikan harga.
Mesin pengolah sampah plastik menjadi BBM atau pyrolisis ini diberi nama Nusantara atau Nuansa Pengolah Sampah Setara. Mesin Nusantara ini dibuat dan dikelola oleh warga Perumahan Troso Baru.
Teknisi Mesin Nusantara Edy Susanto mengatakan, pembuatan mesin pengolah sampah plastik menjadi BBM ini berawal dari banyaknya sampah plastik yang ada di sekitar perumahan tersebut. Kemudian sejumlah warga melakukan browsing di internet untuk mencari mesin pengolah sampah plastik. Dan hasilnya, munculah ide untuk membuat mesin Nusantara tersebut.
“Dari sampah plastik yang terkumpul, kemudian diproses dengan mesin Nusantara. Dari sampah plastik itu dihasilkan 3 jenis BBM, yaitu setara dengan premium, solar, dan minyak tanah. Sedangkan yang menjadi gas digunakan untuk membantu proses pembakaran. Hasil BBM ini sudah diujucoba ke beberapa mesin dan sepeda motor,” katanya.
Edy Susanto menjelaskan, proses pembuatan BBM ini dimulai dari pemilihan plastik yang bersih dan kering, kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaktor. Setelah itu dilakukan pembakaran dengan kedap udara. Proses pembakaran plastik dengan jumlah 30 kg membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Dan dari setiap 1 kg plastik menghasilkan 0,8 liter BBM.
“Ke depan, hasil BBM ini akan dilakukan uji laboratorium untuk pengembangan selanjutnya. Setidaknya, dengan pengembangan metode tersebut dapat mengurangi sampah plastik di lingkungan, dan juga mengurangi pengeluaran untuk pembelian BBM yang saat ini mengelami kenaikan harga,” ujarnya.









