WartaKita.org – Pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai segi kehidupan.
Salah satunya berdampak pada pengoperasian kereta api (KA) di Indonesia.
Kereta api Prambanan Ekspres (Prameks) misalnya. Pandemi Covid-19 ini mengakibatkan jumlah penumpang KA Prameks menurun tajam.
Pada masa normal atau sebelum terjadinya pandemi Covid-19, KA Prameks biasa beroperasi dengan kapasitas 150 persen penumpang. Artinya, 100 persen penumpang duduk dan 50 persen penumpang berdiri.
Namun, pada pandemi Covid-19 ini terjadi penurunan jumlah penumpang yang sangat signifikan. Bahkan, kapasitas penumpang pada pandemi Covid-19 ini hanya 20 hingga 25 persen dari kapasitas kereta pada sekali jalan.
Sementara itu, untuk mencegah penyebaran Covid-19, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti mewajibkan penumpang untuk memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan di setiap sudut stasiun kereta, pengecekan suhu, serta mewajibkan penumpang memakai pakaian berlengan panjang atau mengenakan jaket.
Penumpang KA lokal maupun jarak jauh diharuskan dalam kondisi sehat (atau tidak sedang menderita flu, pilek, batuk, dan demam), dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius.
Untuk penumpang kereta api yang berusia 50 tahun ke atas, maka kondektur berhak menentukan tempat duduk penumpang tersebut supaya tidak berdampingan dengan penumpang yang lain.
Berdasarkan pengamatan, sejak beroperasinya KA Prameks dari tanggal 12 Juni sampai 28 September 2020, PT KAI telah berhasil menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.
Para penumpang terpantau sudah mengenakan masker, berpakaian lengan panjang, dan sebelum boarding dilakukan pengecekan suhu terlebih dulu. Di dalam kereta, protokol kesehatan juga diterapkan. Seperti bangku atau tempat duduk yang hanya untuk satu penumpang saja.
Penerapan protokol kesehatan ini diharapkan dapat memutus penyebaran Covid-19, khususnya di daerah Solo, Klaten, dan Yogyakarta.










pasti cantik yang nulis