WartaKita.org – Beberapa waktu yang lalu, Gerakan Rumah Berkah (GRB) Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten menerima surat permohonan bantuan dari Sumarno, warga Dukuh Tegal Gaswangi, Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno.
Secara teritori gerejawi, Dukuh Tegal Gaswangi ini termasuk Lingkungan Santa Clara Kulungan, Paroki Wedi.
Surat dari warga yang beragama muslim ini pun langsung ditindaklanjuti oleh Tim GRB Paroki Wedi. GRB lalu mensurvey keluarga dan kondisi rumah mereka.
Berdasarkan hasil survey langsung yang dilakukan oleh Tim GRB diperoleh informasi bahwa pertama, kepala keluarga tersebut (Sumarno) saat ini sakit stroke, sehingga aktifitasnya hanya untuk kegiatan pokok pribadi. Sumarno tidak bisa bekerja.
Kedua, istri Sumarno bekerja serabutan. Ketiga, jumlah jiwa yang tinggal di rumah tersebut ada empat orang, yaitu Sumarno, istri, dan dua orang anaknya. Anak pertama yaitu perempuan dan sekolah di Kelas XI SLTA. Sedang anak kedua yaitu laki-laki dan baru sekolah di Kelas V SD.
Keempat, bentuk rumah Sumarno ini bladahan (terusan) atau tidak memiliki kamar. Kelima, rumah ini tidak memiliki meja dan kursi. Dan keenam, selama ini, mereka tidur di bawah (di lantai) secara bersama-sama. Mereka tidak memiliki dipan atau tempat tidur.
Setelah dilakukan survey langsung, maka permohonan Sumarno ini lalu disetujui dan dieksekusi atau dikerjakan oleh Tim GRB Paroki Wedi pada Jumat (28/3/2025).
GRB berharap, pengerjaan renovasi rumah Sumarno ini bisa selesai sebelum hari Raya Idul Fitri. Sehingga bisa menjadi hadiah Lebaran bagi keluarga ini.

Pengerjaan renovasi rumah ini dilakukan dalam satu hari oleh 11 orang, yang terdiri dari 4 orang dari GRB (yaitu Antonius Asep Yunadi, Anselmus Pilihan Wijiyanto, FX Marjono dan Alexander Hartono) dan dibantu 7 umat dari Lingkungan Santa Clara Kulungan.
GRB dan umat membuatkan sekat kamar (ruangan) dan pintu kamar mandi, serta memasang atap kamar mandi untuk rumah Sumarno. Selain itu, GRB juga memberikan bantuan berupa 2 dipan (tempat tidur), 2 kasur, dan 1 almari pakaian.
Total biaya untuk keperluan perbaikan rumah dan pemberian bantuan kepada keluarga Sumarno ini menghabiskan dana Rp2.225.000. Dengan perincian, Rp1.725.000 dari kas GRB dan Rp500 ribu dari Lingkungan Santa Clara Kulungan.
Mewakili keluarganya, Sumarno dengan penuh haru mengucapkan terima kasih kepada GRB, umat Lingkungan Santa Clara Kulungan dan umat Paroki Wedi. Karena ia tidak menyangka akan mendapat bantuan yang luar biasa dari saudara yang berbeda agama.
“Terima kasih kepada GRB dan umat Katolik Paroki Wedi yang telah membantu keluarga saya, yang sudah memperbaiki rumah saya. Sehingga rumah saya menjadi lebih layak untuk ditinggali. Semoga kebaikan bapak, ibu mendapat balasan berkah dari Allah,” ucap Sumarno terbata-bata sambil menangis.









