WartaKita.org – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati melakukan Sosialisasi “Bergerak Bersama” untuk lingkungan yang bersih dan sehat di Gedung Serbaguna Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten pada Jumat (13/12/2024) siang.
Sosialisasi ini dihadiri Camat Trucuk Marjana, Kepala Desa(Kades) Trucuk Sagiya, Perangkat Desa, BPD, Ketua RW, Ketua RT, dan para kader jumantik (juru pemantau jentik).
Kadarwati menyampaikan, kegiatan ini merupakan respon gerak cepat (gercep) karena di Desa Trucuk itu ada indikasi bahwa ada warga yang terkena demam berdarah (DB).
“Kemarin ada beberapa anak yang sakit dengan indikasi terkena DB. Ada beberapa anak yang sakit yang gejalanya mirip dengan DB. Ini merupakan keprihatinan, karena ada satu warga yang meninggal. Jadi ini gercep, gerak cepat. Usulan dari Pak Kades, kita koordinasi dengan Pak Camat dan Kepala Puskesmas Trucuk 1, sehingga kita adakan gerakan lingkungan sehat bersama,” katanya.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Tengah ini menyatakan, dengan adanya satu warga Desa Trucuk yang meninggal dunia itu, maka kader jumantik harus dihidupkan kembali.
“Karena kalau fogging itu bukan salah satu penyelesaian masalah. Fogging bukan salah satu solusi. Kebersihan itu sendiri yang akan menghilangkan jentik-jentik nyamuk. Karena kalau lingkungan kita sudah bersih, kan tidak ada sarang nyamuk untuk bertelur, berkembangnya jentik-jentik dan lain-lain,” ujarnya.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk itu mengatakan, gerak bersama ini bertujuan agar lingkungan menjadi bersih dan sehat.
“Kalau tetangga satu bersih, dan tetangga lainnya tidak bersih, ya ini repot. Kalau semua bersih, maka keinginan kita untuk bisa berumur panjang, atau umur harapan hidup yang cukup tinggi, ya akan terlaksana dengan baik. Artinya, dengan doa dan usaha, agar usia harapan hidup kita sesuai yang diinginkan masyarakat,“ harapnya.
Sedang Camat Trucuk Marjana menjelaskan, kegiatan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari kejadian beberapa waktu yang lalu di Desa Trucuk dimana ada sejumlah warga yang terindikasi terkena demam berdarah.
“Sehingga hari ini kita tindak lanjuti terkait dengan sosialisasi kader kesehatan, khusus di desa Trucuk. Jangan sampai terjadi lagi musibah. Maka, kami mengapresiasi kepada Ibu Kadarwati yang merespon cepat terkait dengan kejadian itu. Sehingga kami harapkan, ini stop sampai di sini,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Desa Trucuk Sagiya mengemukakan, ada enam warga di desanya yang terindikasi DB. Mereka berusia antara 6 sampai 7 tahun.
“Sedang warga kami yang meninggal itu ada satu orang, berusia 6 tahun,” terangnya.
Terkait, Kepala Puskesmas Trucuk 1 drg Sri Umiyati berpesan kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya tempat atau media yang memungkinkan perkembangbiakan jentik nyamuk, baik di dalam maupun di luar rumah.
“Agar efektif, maka idealnya dalam satu rumah, ada satu jumantik. Kita harus bergerak semua. Kalau hanya Jumantik, ya kasihan. Kita perlu ada gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) bersama. Sebab, fogging tidak dianjurkan karena kurang efektif. Yang mati hanya nyamuk dewasa. Sedang PSN itu lebih efektif dan lebih murah,” ucapnya.









