WartaKita.org – Ada banyak cara bisa dilakukan warga dalam merayakan datangnya tahun baru 2020.
Warga Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten misalnya. Mereka memilih menggelar pentas kesenian reog di halaman rumah warga di Dukuh Groyokan, Desa Burikan pada Rabu (1/1/2020) siang.
Dalam gelaran yang bertajuk “The Spirit of Reog” ini ditampilkan Paguyuban Kesenian Reog Kridho Manunggal yang merupakan grup seni reog dari desa setempat. Pentas seni reog ini mengusung tema “Nyawiji manunggal dadi siji, paseduluran sak lawase”.
Ketua panitia pagelaran seni reog, Pujiyanto menyampaikan, pentas reog ini untuk menyambut dan merayakan tahun baru 2020. Selain itu, juga untuk menghibur masyarakat dan melestarikan seni budaya.
“Pentas seni reog ini untuk nguri-uri budaya Jawi. Ini penting dilakukan untuk menjaga dan melestarikan seni reog di Desa Burikan. Pentas reog ini juga untuk menghibur masyarakat, terlebih para warga yang sedang pulang dari merantau. Kita berharap, pentas reog ini bisa menjadi agenda rutin tahunan,” katanya.
Pujiyanto menjelaskan, Paguyuban Kesenian Reog Kridho Manunggal ini berdiri sekitar tahun 1990. Kridho Manunggal mempunyai anggota sekitar seratusan orang yang terdiri dari pemain, pengiring (pemusik), dan kru. Mereka berasal dari empat dukuh, yaitu Dukuh Groyokan, Geneng, Mundon, dan Mundon Kidul.
“Selama ini paguyuban rutin melakukan latihan setiap dua bulan sekali dengan tempat berpindah-pindah. Kridho Manunggal ini sering mendapat tanggapan di berbagai tempat, seperti dalam event bersih dusun, rasulan, dan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Desa Burikan Surata mengapresiasi pentas seni reog ini. Karena dengan pentas ini dapat melestarikan dan mengembangkan seni budaya lokal yang ada di Desa Burikan.
“Kami mengapresiasi dan mendukung pentas seni reog ini. Pentas ini sebagai bukti bahwa masyarakat Desa Burikan sangat mencintai seni budayanya sendiri. Buktinya, para pemain dan pengiring reog tampil bersemangat, dan warga antusias hadir untuk menonton pertunjukan,” ungkapnya.
Kades Suroto menyatakan, Pemerintah Desa Burikan pada tahun 2020 ini mengalokasi dana untuk pengembangan kesenian tradisional yaitu sebesar Rp2,5 juta.
“Selain reog, Desa Burikan ini juga memiliki kelompok karawitan, serta gejog lesung yang sering tampil di beberapa tempat. Kami berharap, pentas seni reog ini bisa diadakan secara rutin setiap tahun,” ucapnya.
Pentas seni reog ini berlangsung meriah. Para pemain menari dan melakukan atraksi di depan ratusan penonton yang berjubel. Warga merasa sangat terhibur.









