WartaKita.org – Upacara Penutupan Karya Bakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) ke XIX tahun 2023 di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten wilayah Kodim 0723/Klaten diadakan di lapangan desa setempat, Kamis (14/12/2023) pagi.
KBMKB kali ini mengusung tema “Menuju Kabupaten Klaten Yang Maju, Mandiri dan Sejahtera”.
Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Bupati Klaten Sri Mulyani, Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya, Kasdim 0723/Klaten Mayor Cba Joko Prasetyo, Kapolres Klaten AKBP Warsono, Dandodiklatpur Rindam IV/Diponegoro Letkol Inf Teguh Eko Efendi, Ketua Pengadilan Agama Klaten Mu’adz Junizar, Kepala OPD Klaten, Camat Cawas Moh Prihadi, Danramil 20/Cawas Kapten Inf Sukimanto, Kapolsek Cawas AKP Heru, Perwira Staf dan Danramil jajaran Kodim 0723/Klaten, Kades Burikan Surata, Kepala Desa se Kecamatan Cawas, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lainnya.
Perwira Pelaksana Kegiatan KBMKB ke XIX tahun 2023 di Desa Burikan, Kapten Cba Budiono dalam laporan menyampaikan, sasaran fisik KBMKB berupa betonisasi jalan dengan panjang 488 meter, lebar 3,5 meter, dan tebal 15 centimeter, serta pembangunan talud dengan panjang 672 meter, tinggi 60 centimeter, dan tebal 30 centimeter telah selesai 100 persen. Begitu pula dengan sasaran non fisik, yaitu berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan kenakalan remaja, penyuluhan berita hoax, dan penyuluhan mitigasi bencana alam telah dilaksanakan dengan baik.
“Kegiatan KBMKB ke XIX tahun 2023 di Desa Burikan ini melibatkan tenaga kerja dari TNI 30 orang, Polri 4 orang, teknisi 2 orang, Aparat Desa 4 orang, dan masyarakat sekitar 500 orang. Jadi, total melibatkan 540 orang. KBMKB dilaksanakan dari tanggal 16 November sampai dengan 13 Desember 2023,” katanya.
Sedang Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutan mengatakan, KBMKB ke XIX tahun 2023 di Desa Burikan telah berjalan dengan sukses, lancar dan selamat. Mereka menjadi saksi dan membuktikan karya kemanunggalan TNI bersama jajaran aparat birokrasi dengan masyarakat.
“Kerja keras, kepedulian dan kemanunggalan yang melebur dalam Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) telah membangkitkan kembali semangat gotong – royong yang dibalut rasa nasionalisme di antara anak bangsa. Gotong-royong pembangunan talud sebagai buah pembangunan fisik atau pun informasi-informasi yang dapat didorong melalui berbagai penyuluhan sebagai pembangunan non fisik dalam rangkaian Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar adalah sarana bagaimana kita bersama – sama membangun satu tujuan dan satu tekad mewujudkan keutuhan NKRI dengan TNI dan rakyat yang selalu dekat,” ujar Bupati.
Sri Mulyani menyatakan, kemanunggalan TNI dan rakyat tidak boleh berakhir dengan penutupan Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar yang digelar hari ini. Justru melalui Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan warga di Desa Burikan dan seluruh warga masyarakat Klaten bersama-sama TNI membangun negeri, khususnya di Kabupaten Klaten.
“Sungguh, tidak ada kebaikan yang sia-sia. Keringat yang menetes dan rasa letih yang pernah kita rasakan seiring ayunan langkah dalam Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar ini biarlah menjadi saksi pengabdian sebagai anak bangsa yang mencintai tanah air dengan karya yang dapat kita sumbangkan demi negeri. Biarlah sejarah yang mencatat pengabdian itu. Kepada warga Desa Burikan, saya mengharapkan agar menjaga hasil-hasil pembangunan Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar ini agar selalu memberi manfaat,” pesan Bupati.
Sementara itu Kepala Desa (Kades) Burikan Surata menyampaikan, pemerintah dan warga Desa Burikan mengucapkan terima kasih karena KBMKB telah terlaksana dengan baik dan lancar.
“Ini menjadi anugerah yang besar bagi kami. Memang tidak mudah untuk mendapatkan bantuan seperti ini. Sehingga warga kami cukup bahagia. Harapan kami, ini menjadi solusi bagi masyarakat, sehingga petani menjadi semakin sejahtera,” harapnya.
Surata menambahkan, kedepan, ada rencana menjadikan area dan jalan (yang baru saja dibangun) tersebut sebagai destinasi wisata pertanian. Selain itu, di penghujung jalan itu, yang mana terdapat tanah milik leluhur yang telah diberikan kepada ahli waris, direncanakan untuk dibangun pondok pesantren untuk anak yatim piatu.
“Kami berharap, seluruh jalur di sawah di Desa Burikan ini nyambung. Sehingga ada scooter, ada odong-odong, ada roller skates untuk keliling Desa Burikan. Di samping itu, masyarakat berani untuk berjualan di Alun Alun Burikan dan di area persawahan,” ucapnya.









