Ramadan, Kadarwati Kenalkan Kesenian Tradisional Keagamaan, Bagikan Ratusan Paket Sembako Kepada Warga

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati dan para pejabat lainnya berfoto bersama para penerima paket sembako di Desa Jatipuro, Jumat (5/4/2024) sore.

WartaKita.org – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Kadarwati menggelar acara “Mengenal lebih dekat kesenian tradisional keagamaan” yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama di rumahnya di Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten pada Jumat (5/4/2024) sore.

Acara ini dihadiri Camat Trucuk Marjana, para Kepala Desa, Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Pengurus Ranting PDIP se Kecamatan Trucuk, Perangkat Desa, BPD dan BUMDes Jatipuro, serta masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan ini ditampilkan Grup Musik Rebana “New Suara Kharisma” dari Desa Planggu, Kecamatan Trucuk.

Acara juga dimeriahkan dengan tausiyah yang dibawakan Ustaz yang juga dalang kondang Tri Harni Sugondo.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati saat menyampaikan sambutan pada acara “Mengenal lebih dekat kesenian tradisional keagamaan” di Desa Jatipuro, Jumat (5/4/2024) sore.

Kadarwati menyampaikan, kegiatan ini untuk lebih mengenalkan kesenian tradisional keagamaan yaitu seni hadroh kepada masyarakat luas.

“Dengan musik hadroh, syiar agama Islam dapat lebih mudah dipahami oleh warga masyarakat. Warga masyarakat merasa terhibur, dan hatinya menjadi senang dan gembira. Pesan dalam syair yang dilantunkan dalam lagu-lagu religi tersebut juga sampai dan diterima oleh warga masyarakat dengan baik,” katanya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Jawa Tengah ini mengaku bangga dan bersyukur karena para pemain musik hadroh ini sebagian besar adalah generasi muda.

“Saya senang dan bangga, generasi muda mau terjun dalam syiar agama Islam melalui musik hadroh ini,” ujarnya.

Kadarwati menyatakan, pengenalan musik hadroh ini sejalan dengan ajaran Trisakti Bung Karno, yaitu Berkepribadian dalam berkebudayaan.

“Berkepribadian dalam bidang kebudayaan dapat diartikan bahwa masyarakat yang berkepribadian, dan mampu menghormati dirinya sendiri dan masyarakat lainnya. Dapat berkomunikasi dan berdiplomasi dengan baik dengan masyarakat maupun kebudayaan yang lain. Kita ingin agar seni hadroh ini dapat dikenal warga, serta dapat tumbuh dan berkembang di masyarakat,” ungkapnya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati berfoto bersama PAC dan koleganya di Desa Jatipuro, Jumat (5/4/2024) sore.

Dalam kegiatan ini, Kadarwati juga membagikan paket sembako kepada PAC dan Pengurus Ranting PDIP, serta warga sekitar.

“Kita harus menyisihkan sebagian dari rejeki yang kita terima. Tidak harus banyak. Tetapi keikhlasan kita berbagi. Karena Bung Karno mengajarkan, jangan sampai membuat orang itu lapar. Nah, bagaimana kita memberikan sesuatu kepada mereka. Maka, pada kesempatan ini kita berbagi sembako. Prinsipnya, jangan lelah berbuat baik kepada sesama,” terangnya.

Sedang Kepala Desa (Kades) Jatipuro Tulus Nugroho menyambut baik kegiatan mengenalkan kesenian hadroh yang diadakan Kadarwati ini.

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Karena untuk mengenalkan kesenian hadroh kepada warga. Sehingga diharapkan kesenian hadroh dapat berkembang di masyarakat. Seperti yang dilakukan di Desa Jatipuro ini. Hampir seluruh dukuh di Desa Jatipuro ini memiliki kesenian hadroh. Hanya saja, alat musiknya belum lengkap. Maka kami mohon untuk dibantu,” jelasnya.

Grup Musik Hadroh “New Suara Kharisma” dari Desa Planggu, Kecamatan Trucuk tampil memeriahkan acara “Mengenal lebih dekat kesenian tradisional keagamaan” di Desa Jatipuro, Jumat (5/4/2024) sore.

Sementara itu Camat Trucuk Marjana mengucapkan terima kasih kepada Kadarwati yang telah menggelar seni musik hadroh di wilayah Kecamatan Trucuk.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat, dan seni musik hadroh dapat berkembang di seluruh desa di Kecamatan Trucuk. Pada kesempatan ini, kami juga mengucapkan selamat kepada Bu Kadarwati yang terpilih lagi menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Semoga amanah dan barokah,” harapnya.

Terkait, dalam tausiyahnya, Ustaz Tri Harni Sugondo menyampaikan, dalam pewayangan, Kadarwati ini mirip dengan sosok Dewi Kanestren, istri Semar.

“Jadilah pemimpin atau wakil rayat yang pinter, bener lan kober,” pesannya.

Ustad Tri Harni Sugondo saat menyampaikan tausiyahnya pada acara “Mengenal lebih dekat kesenian tradisional keagamaan” di Desa Jatipuro, Jumat (5/4/2024) sore.

Tri Harni Sugondo menjelaskan, pemimpin yang pinter  itu mempunya visi dan misi, memiliki wawasan luas dan mempunyai kemampuan untuk membaca peluang guna mencapai tujuan bersama. Karena sosok pemimpin yang pinter sangat dibutuhkan demi keberlangsungan dan kemajuan organisasi atau lembaga.

Sedang pemimpin yang bener menjalankan amanatnya sesuai aturan, amanah, bersih, jujur bisa menjadi panutan dan mempunyai integritas tinggi. Pemimpin harus bener dalam berpikir dan bertindak, ucapan dan perbuatan harus sesuai norma hukum, norma etika, norma moral dan norma lainya.

Selain itu, pemimpin juga harus kober, yaitu punya waktu untuk yang dipimpin, aspiratif, demokratif, inisiatif mau berbagi, dan mau blusukan. Karena pemimpin yang kober sangat dibutuhkan oleh lembaga atau institusi karena dapat mengurai atau mengatasi permasalahan di lapangan yang tidak terprediksi oleh rencana awal atau yang telah diprogramkan.

Usai tausiyah, dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan pembagian paket sembako kepada PAC dan Pengurus Ranting PDIP, serta warga sekitar.

Pos terkait