WartaKita.org – The Pandanaran Public Relations (PR) Discussion menggelar seminar bertemakan “Millenial PR : Quo Vadis? (Memahami kerja Public Relations masa kini)” di Ruang Mawar Tulip, Hotel Pandanaran Prawirotaman, Yogyakarta pada Sabtu (16/11/2019).
Seminar yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas komunikasi para pelaku PR ini diikti oleh 21 peserta. Seminar ini juga digunakan sebagai ajang sharing pengalaman di dunia public relations.
Dalam seminar ini, panitia menggandeng tiga pembicara yang berpengalaman di dunia public relations dan jurnalistik, yaitu Founder Cornelia & Co PR Consultant Ayu Helena Cornellia, Jurnalis Suara Merdeka Agung PW, dan Dosen dan Konsultan PR Ike Devi Sulistyaningtyas.
Founder Cornelia & Co PR Consultant Ayu Helena Cornellia memaparkan materi mengenai “Profesionalisme Millenial PR”.
Helena menjelaskan bagaimana menjadi praktisi public relations yang ideal.
“Persyaratan mendasar bagi seorang PR yaitu dia harus mampu berkomunikasi secara lisan maupun tulisan. PR Dituntut untuk bisa berbicara di depan umum dan mampu melakukan presentasi. Tak hanya itu, seorang PR harus mampu membuat press release untuk dikirim ke media, dan lainnya,” katanya.
Sedang Jurnalis Suara Merdeka Agung PW menyampaikan materi “Peran Media dalam Mendukung Aktivitas Millenial PR”.
Agung mengatakan, mahasiswa perlu banyak menulis dan membangun reputasi di era digital agar mendapat banyak pengalaman untuk menjadi praktisi public relations. Sehingga kelak ketika lulus, sudah siap bekal untuk memasuki dunia kerja nyata.
“Mahasiswa Public Relations sangat perlu mengikuti seminar seperti ini untuk memperdalam keilmuan komunikasi yang selama ini telah diperoleh secara teori di dalam bangku kuliah. Dengan aktif melakukan sharing experience dengan praktisi PR secara langsung, maka akan semakin meningkatkan kompetensi dan skill personalnya,” ujarnya.
Sementara itu Dosen dan Konsultan PR Ike Devi Sulistyaningtyas yang tampil menjadi moderator sekaligus pembicara dalam seminar tersebut mambawakan materi “Transformasi Peran dan Fungsi Millenial PR”.
Ike menyatakan, Public Relation memiliki peran yang strategis dalam sebuah organisasi. PR dibutuhkan oleh industri, perusahaan, institusi, dunia pendidikan, dan lainnya.
“PR itu berperan dalam membangun komunikasi antara organisasi dengan publik dan semua stakeholder-nya. Tujuannya agar tercipta dan terpelihara sinergi dan komunikasi yang baik. PR menjadi lini terdepan dari manajemen dan organisasi dalam memperkenalkan, membangun image dan citra, promosi, publikasi, serta menjalin hubungan yang baik dengan stakeholder dalam lingkungan kerjanya,” jelasnya.
Rencananya, seminar lanjutan akan diadakan kembali dalam waktu dekat.









