WartaKita.org – Anak-anak PIA (Pendampingan Iman Anak) Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten antusias mengikuti pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2025 yang digelar di halaman gereja paroki setempat.
Mereka membahas tiga tema terkait relasi yang telah disiapkan oleh Tim APP.
Pendamping PIA Paroki Wedi, Andrea Pujiastuti, Selasa (15/4/2025), menyampaikan, pertemuan APP PIA Paroki Wedi dilaksanakan tiga kali, yaitu pada Minggu tanggal 9 Maret 2025, Minggu (23/3/2025), dan Minggu (6/4/2025).
Pertemuan APP yang pertama yang diadakan pada Minggu (9/3/2025) mengangkat tema “Relasiku Dengan Allah”. Dalam tema ini, anak-anak diajak untuk membangun relasi yang baik dengan Allah, dengan cara rajin berdoa, rajin ke gereja, dan juga rajin mengikuti pertemuan PIA.
Sedang di pertemuan APP yang kedua pada Minggu (23/3/2025) mengusung tema “Relasiku dengan Diri Sendiri”. Dalam tema ini, anak-anak diajak untuk mengalahkan egonya, agar tidak menjadi anak yang sombong, tetapi rendah hati.
Pada pertemuan yang kedua ini, renungan dibawakan dengan drama kecil yang dimainkan oleh kakak-kakak pendamping, yang menceritakan tentang kisah matahari yang sombong yang dikalahkan oleh bintang kecil, yang mempunyai sifat yang pemberani karena membela kebenaran.
“Nah, pada pertemuan yang kedua ini anak-anak diajak membuat kreatifitas bintang, dengan mewarnai, menggunting dan menempel,” katanya.

Sementara itu, pertemuan APP yang ketiga atau yang terakhir diadakan pada Minggu (6/4/2025) dengan tema “Relasiku Dengan Sesama”. Dalam tema ini, para pendamping mengajak anak-anak untuk membangun relasi yang baik dengan teman-temannya, yaitu dengan cara saling menjaga, saling menyayangi, dan menjalin komunikasi yang baik.
Pada pertemuan ini, anak-anak diajak bermain game (permainan) tentang kekompakan, bagaimana belajar menahan ego, menghormati teman, dan menjaga teman agar tidak jatuh. Ini dilakukan dengan game bakiak.
“Permainan bakiak ini melatih kekompakan anak-anak. Dimana anak-anak yang besar membantu anak-anak yang kecil. Jadi digabung. Anak yang kecil ditaruh di tengah, supaya bisa dijaga oleh kakak-kakaknya yang agak besar,” ungkap Andrea.
Sedang game yang kedua untuk menjalin komunikasi. Di sini anak-anak bermain mengambil lego sesuai warna, tetapi dengan mata ditutup, dan diarahkan oleh temannya, yang akan memberikan panduan dimana letak lego dengan warna yang diinginkan.
“Game itu mengajarkan anak-anak untuk mau mendengarkan orang lain, dan menghormati orang lain,” tandasnya.

Andrea menyatakan, dari rangkaian pertemuan APP yang dilakukan ini, anak-anak PIA Paroki Wedi diharapkan dapat menyiapkan hati supaya lebih pantas dalam merayakan kebangkitan Tuhan Yesus di Paskah nanti.
“Caranya dengan membangun relasi yang baik dengan Allah dengan cara rajin berdoa, dapat mengendalikan sifat egois, dan menjalin relasi dengan sesama yang lebih baik dengan cara menghargai, mendengarkan orang lain, serta saling menyayangi,” terangnya.
Menurut Andrea, anak-anak sangat senang mengikuti pertemuan APP ini.
Pada pertemuan kedua, mereka sangat senang karena cerita dibawakan dalam kemasan drama, sehingga anak-anak mudah memahami maksud cerita dan bisa membedakan mana yang baik dan yang tidak. Anak-anak pulang membawa hasil karya.
Dan pada pertemuan ketiga, anak-anak lebih senang lagi karena bermain game, yaitu game bakiak dan mengambil lego sesuai warna dengan mata tertutup, sesuai aba-aba teman.









