Peringati HUT Ke 52 PDIP, Kadarwati Lakukan Gerakan Ketahanan Pangan Pengganti Beras Di Karangpakel

Kadarwati berfoto bersama warga Desa Karangpakel usai melakukan panen ketela pohon pada Sabtu (18/1/2025) pagi.

WartaKita.org – Gerakan ketahanan pangan 10 bahan pokok pengganti beras dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke 52 PDI Perjuangan dimaknai tersendiri oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Kadarwati.

Pada Sabtu (18/1/2025) pagi, Kadarwati mengunjungi kegiatan Kelompok Tani Maju Jaya Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten yang sedang melakukan panen ketela pohon di lahan seluas sekitar dua hektare.

Bacaan Lainnya

Kadarwati menjelaskan, kunjungannya di Desa Karangpakel ini dalam rangka memperingati HUT ke 52 PDI Perjuangan.

”Hari ini kita ingin memperingati HUT ke 52 PDIP Perjuangan bersama warga masyarakat Desa Karangpakel. Dan kebetulan, Kelompok Tani Maju Jaya Desa Karangpakel sedang melakukan panen ketela pohon yang mereka budidayakan di lahan yang kurang produktif. Kita ingin melihat langsung proses panen ketela pohon itu,” katanya.

Anggota DPRD Provinsi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jateng 7 itu menyampaikan, ada banyak kegiatan dalam rangkaian peringatan HUT ke 52 PDI Perjuangan ini. Salah satunya adalah Gerakan ketahanan pangan 10 bahan pokok pengganti beras.

“Dengan kita menanam ketela pohon dan jagung, berarti kita melakukan diversifikasi sumber bahan pangan selain padi. Selama ini, masyarakat kita sangat tergantung kepada beras (padi) sebagai sumber bahan pangan. Padahal di masa lalu, nenek moyang leluhur kita tidak tergantung kepada beras sebagai makanan pokok. Mereka mengkonsumsi hasil kebun seperti ketela maupun jagung. Sudah saatnya kita kembali mengintensifkan budi daya tanaman selain padi di lahan yang tersedia. Dengan tersedianya sumber bahan pangan selain padi, kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap beras,” terangnya.

Anggota DPRD Provinsi dari Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk ini menyatakan, dengan Gerakan ketahanan pangan 10 bahan pokok pengganti beras itu, maka program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah akan cepat terwujud.

“Karena kita akan secara perlahan akan mengurangi impor beras dari luar,” tandasnya.

Kadarwati bersama Kepala Desa Karangpakel Sri Sugiyanto menunjukkan hasil panen ketela pohon pada Sabtu (18/1/2025) pagi.

Sementara itu Kepala Desa Karangpakel Sri Sugiyanto mengatakan, Kelompok Tani Maju Jaya Desa Karangpakel melakukan budi daya tanaman ketela pohon di lahan seluas dua hektar. Selain tanaman ketela pohon, di lahan yang sama juga dilakukan tumpang sari dengan tanaman cabe, jagung dan bayam.

”Hal ini dilakukan oleh Kelompok Tani Maju Jaya mengingat lahan yang ada tidak produktif dan tidak bisa ditanami padi. Sehingga mereka menanam tanaman ketela pohon disertai dengan tanaman cabe, jagung, bayam, dan sebagainya,” terangnya.

Sri Sugiyanto berharap, dengan menanam tanaman non padi di lahan yang kurang subur itu maka masyarakat akan berkurang ketergantungannya dengan beras.

”Ketela pohon dan jagung bisa diolah menjadi bahan pangan sebagai pengganti beras. Dan ini juga sebagai salah satu upaya untuk mensukseskan program ketahanan pangan dari Pemerintah,” ucap Kades.

Usai meninjau panen ketela pohon, Kadarwati mengajak masyarakat Desa Karangpakel yang hadir pada kesempatan itu untuk menikmati aneka menu dari bahan ketela pohon, dan dilanjutkan dengan makan soto bersama.

Pos terkait