Warta Kita.org – Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten mengadakan gerakan solidaritas pangan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) Tahun 2025.
Adapun tema HPS tahun 2025 ini yaitu “Hak Atas Pangan Untuk Kehidupan Dan Masa Depan Yang Lebih Baik”.
Kabid Pelayanan Kemasyarakatan Paroki Wedi Thomas Tamtama dalam Surat Edaran yang dikirim ke Ketua Lingkungan menyatakan, Tim Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki Wedi mengadakan gerakan solidaritas pangan dengan mengumpulkan bahan pangan sembako dari umat.
Selanjutnya, bahan pangan yang terkumpul ini nantinya akan dibagikan kepada warga yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel (KLMTD).
Adapun bentuk solidaritas pangan ini bisa berupa beras, gula pasir, teh, mie kering (mie instan), minyak goreng, dan bahan makanan lain yang tahan lama.
“Berkaitan dengan hal tersebut, maka kami mohon bantuan bapak, ibu Ketua Lingkungan untuk dapat mengkoordinir pengumpulan bahan sembako di lingkungannya masing masing,” katanya.
Thomas Tamtama menyampaikan, adapun teknis pelaksanaan gerakan solidaritas pangan ini yaitu pertama, sumbangan bahan pangan dari umat dikumpulkan di lingkungan paling lambat hari Minggu, tanggal 28 September 2025. Kedua, sumbangan bahan pangan yang telah terkumpul tersebut kemudian diinformasikan ke Tim PSE Paroki untuk diambil disertai tanda terima. Ketiga, bahan pangan yang terkumpul di PSE Paroki akan dikemas dan didistribusikan kepada warga yang berhak menerima (KLMTD) pada tanggal 10 sampai 12 Oktober 2025.
“Dan keempat, mengingat sumbangan yang secara jumlah tidak sama, maka paket (yang diberikan ke warga KLMTD) tidak harus sama persis,” tandas Tamtama.
Gerakan solidaritas pangan ini disambut baik oleh umat Paroki Wedi.
“Kami menyambuat baik gerakan solidaritas pangan ini. Ini adalah wujud nyata kehadiran dan kepedulian warga Gereja kepada sesamanya. Gerakan ini sesuai dengan Program Mbalur (Ambyur Mbangun Sedulur) yang dilakukan Paroki Wedi. Semoga gerakan ini bisa membantu sesama yang sangat membutuhkan,” ucap Veronica Mariyanti, umat Lingkungan Santo Bernardus Kalitengah.









