Lakukan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom Bandung Bangun Kerjasama Dengan Pemdes Nglinggi, Ini Yang Digarap…

Perwakilan dari Universitas Telkom Bandung berfoto bersama Kepala Desa Nglinggi Sugeng Mulyadi, Kamis (23/11/2023).

WartaKita.org – Pemerintah Desa (Pemdes) Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Universitas Telkom Bandung yang telah bersepakat untuk membangun kerjasama dalam program Pengabdian Masyarakat (Abdimas).

Kerjasama ini terkait dengan literasi demokrasi, Women Crisis Center (WCC), e-marketing UKM dan website desa.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa (Kades) Nglinggi Sugeng Mulyadi saaat ditemui WartaKita.org di komplek Pujasera desa setempat, Senin (27/11/2023), menyampaikan, kerjasama dengan Universitas Telkom Bandung ini diawali dengan kunjungan Dyah, Dosen Universitas Telkom Bandung yang didampingi Wahid Foundation di Desa Nglinggi beberapa waktu lalu.

Saat itu, Dyah berdiskusi bersama WCC dan Wahid Foundation dengan masyarakat Nglinggi mengenai bagaimana mengantisipasi dan penanganan kemungkinan adanya KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) di desa setempat, sekaligus terkait pemberdayaan anak dan perempuan, serta desa layak anak.

“Dari sana (diskusi) kami menyampaikan adanya persoalan-persoalan di Desa Nglinggi yang terkait dengan bagaimana pertumbuhan UKM (usaha kecil menengah) Desa Nglinggi, yaitu desa UKM berbasis teknologi. Juga terkait pengelolaan media sosial (medsos) Desa Nglinggi sebagai sarana untuk informasi publik terkait dengan kegiatan kemajuan desa kita. Juga terkait dengan literasi demokrasi, karena dalam waktu dekat akan ada Pemilu. Bagaimana mendorong warga untuk memanfaatkan penyelanggaraan Pemilu ini dengan senang, dengan tanpa politik uang. Ini yang dibahas,” katanya.

Sugeng Mulyadi menyatakan, kerjasama ini baru tahap awal. Karena programnya akan berlangsung selama satu tahun. Tetapi yang terkait dengan UKM dan IT (informasi teknologi), medsos untuk media informasi desa, nanti akan berlangsung tiga tahun. Sekarang kita sudah rumuskan draft perjanjian kerjasamanya,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Telkom Bandung di Desa Nglinggi, Kamis (23/11/2023).

Kades Nglinggi mengatakan, tentu ada sejumlah alasan dan pertimbangan mengapa Universitas Telkom Bandung mau melakukan kerjasama dengan Pemdes Nglinggi.

“Mungkin, ketika melihat geliat Desa Nglinggi yang bekerja giat, namun SDM (sumber daya manusia)-nya terbatas, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, tetapi dengan keguyuban RT, RW, dan lembaga desa lainnya, banyak hal telah dilakukan dan mendapat apresiasi. Ada (penghargaan) Desa Damai dari Wahid foundation, Desa Damai Berbudaya dari Kemendes PDTT, Desa Restorasi Justice dari Kejaksaan, Desa Anti Politik Uang dari Bawaslu, Desa Layak Anak, Desa Pancasila dari Pak Danrem dan Pak Gubernur, dan sebagainya. Beliau ingin supaya prestasi ini ditingkatkan dari SDM maupun kemungkinan kebutuhan sara prasarana. Nanti akan membuat buku saku bagi penyelenggara Pemerintahan di Desa Nglinggi. Ketika melihat itu, kalau ini disupport, akan semakin baik,” terangnya.

Sugeng pun menyambut baik tawaran kerjasama dari Universitas Telkom Bandung ini.

“Saya sangat mengapresiasi dengan niat baik itu. Karena kami sadar, bahwa kebutuhan itu yang kami butuhkan. Sekali lagi, dengan tugas-tugas desa yang digariskan di Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, bahwa desa itu melakukan tugas-tugas pembantuan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten, dan belum programnya sendiri. Dari seluruh departemen dan kementerian, juga belum kegiatan sosial kemasyarakatan. Padahal itu semua banyak regulasi-regulasi yang mengatur. Jadi jelas, bicara desa ini tidak mudah, sangat kompleks,” ungkapnya.

Pos terkait