WartaKita.org – Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Klaten selama ini berlangsung lancar dan tidak ada kendala. Pupuk bersubsidi dijual pengecer atau kios pupuk lengkap (KPL) sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
Pernyataan ini disampaikan Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ADPI) Kabupaten Klaten Singgih Santoso di kantornya, Rabu (18/12/2024).
“Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Klaten selama ini bagus, tidak ada kendala, tidak ada masalah. Pengecer atau KPL (kios pupuk lengkap) tidak ada problem. Penyerapan pupuknya juga sesuai dengan target,” katanya.
Singgih Santoso menyampaikan, pihaknya rutin mengadakan pertemuan dengan pemilik kios pupuk lengkap atau para pengecer.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu yang dilakukan yakni memastikan para pengecer atau KPL agar menjual pupuk bersubsidi sesuai dengan HET.
“Saya selaku Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia Kabupaten Klaten rutin mengadakan pembinaan kepada KPL atau pengecer. Selama ini, para KPL atau pengecer menjual pupuk bersubsidi, baik itu pupuk jenis urea, NPK, maupun pupuk organik tidak melebihi HET. Ini yang selalu kita tekankan,” tegasnya.
Singgih menyatakan, model atau pola penyaluran pupuk bersubsidi yang berlangsung sekarang ini sudah baik.
“Penyalurannya lebih efektif, lebih efisien. Artinya, penyaluran pupuk bersubsidi selama ini nggak ada masalah. Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Klaten baik dan lancar, tidak ada kendala,” tandasnya.
Singgih menjelaskan, tugas distributor adalah sebagai pelaksana dari pemerintah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi itu sampai ke pengecer atau KPL.
”Terkait dengan itu semua sudah ada payung hukumnya. Jadi kita tidak bisa menjual di luar keperuntukan. Kita tidak bisa menaikkan (harga) sendiri dengan cara-cara bisnis. Itu nggak bisa. Karena ini barang yang sudah diatur dan ditetapkan. Ini barang subsidi kan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Klaten, Erni Kusumawati mengatakan, alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Klaten pada tahun 2024 yaitu urea 23.536 ton, NPK 16.313 ton, dan organik 1.460 ton.
“Penyaluran pupuk bersubsidi dengan model sekarang yang melalui KPL atau pengecer itu sudah bagus. Secara over all, ya alhamdulillah, semua lancar,” ucapnya.









