Warta Kita.org – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyiapkan anggaran sebesar Rp8.5 milliar untuk membangun dua jembatan yang ada di wilayah perbatasan Klaten dan Kabupaten Gunung Kidul.
Pengerjaan jembatan yang akan dimulai pada pertengahan Mei mendatang ini diperkirakan akan memakan waktu lima bulan.
Dua jembatan yang akan mendapat skala pengerjaan adalah proyek jembatan Gempol 1 yang ada di Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi Klaten serta proyek jembatan Gempol 4 yang berada di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Klaten Suryanto didampingi Kepala Bidang Bina Marga Tri Siwidodo dan Subkoordinator Pemanfaatan dan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Agus Setyono menjelaskan, dua proyek perbaikan atau pembangunan jembatan tersebut akan segera dilakukan, dan diperkirakan dimulai pertengahan Juni mendatang.
”Alhamdullilah semua berkas mulai dari perencanaan serta dokumen lainnya sudah lengkap dan saat ini sudah ada di PBJ (pengadaan barang dan jasa). Insyaallah jika semuanya berjalan tepat waktu, pertengahan bulan Juni jembatan sudah dapat kita bangun,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (7/4/2026).
Melengkapi keterangan Kepala Dinas PUPR, Kepala Bidang Bina Marga Tri Siwidodo didampingi Subkoordinator Pemanfaatan dan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Agus Setyono menyampaikan, pembangunan jembatan Gempol 1 dan Gempol 4 akan dikerjakan dalam waktu hampir bersamaan.
Hal itu dilakukan karena lokasinya berdekataan dan masih satu jalur jalan yang sama. Sehingga bisa mempersingkat dampak yang ditimbulkan selama jalan ditutup.
Untuk pembangunan jembatan Gempol 4 yang berada di Desa Karangturi dengan anggaran sekitar Rp5 milliar dari dana APBD, dan akan menggunakan konstruksi bentang girder baja. Jembatan yang dibangun diatas sungai Dengkeng tersebut nantinya memiliki panjang 25 meter dan lebar 9 meter.
Sementara untuk jembatan Gempol 1 yang berada di Desa Kadilonggon, atau sekitar 150 meter dari jembatan Gempol 4 akan dibangun dengan menggunakan kontruksi girder beton.
Jembatan yang berdiri di atas sungai Birin ini nantinya akan memiliki panjang jembatan sekitar 14 meter dengan lebar 9 meter dan diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp3,5 milliar dari dana APBD.
”Saat ini semua berkas administrasi serta dokumen lainnya sudah dalam proses. Insyaallah, begitu semuanya beres, langsung kita mulai pengerjaannya,” ujar Trisiwi.
Dua jembatan yang kini kondisi pondasinya ambrol dan sangat membahayakan tersebut, memang keberadaannya sangat vital. Karena berdiri di jalan utama yang menghubungkan antara Kabupaten Klaten dan Gunung Kidul.
Bahkan bagi masyarakat dan pelaku usaha di Klaten, keberadaan jembatan tersebut memiliki peran penting dan strategis. Karena selama ini warga Gunung Kidul bagian utara yang ada di wilayah perbatasan lebih memilih bertransaksi bisnis atau lainnya ke Klaten ketimbang ke kota Wonosari, sebab jaraknya yang relatif lebih dekat.
Tak hanya itu, dengan mulusnya jalur Wedi – Gempol setelah selesainya pembangunan dua jembatan tersebut juga akan berdampak sangat besar di sektor lain bagi Klaten.
Salah satunya jumlah kunjungan pasien atau warga yang berobat ke RSUD Bagas Waras Klaten akan semakin banyak. Karena selama ini sebagian warga Gunung Kidul yang ada di wilayah perbatasan, seperti warga Kecamatan Gedang Sari, Ngawen dan sekitarnya lebih memilih berobat ke RSUD Bagas Waras Klaten yang relatif lebih dekat dan lebih lengkap.









