WartaKita.org – Pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan internasional pada tahun 2045 nanti. Karenanya, Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan program Presiden Jokowi ini.
Pernyataan ini disampaikan Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, Indah Megawati saat menghadiri panen raya padi sehat di Desa Balak, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Kamis (21/3/2019).
“Saat ini kita fokus melakukan perluasan lahan melalui program Serasi atau Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani. Melalui program Serasi ini, Kementerian Pertanian akan memanfaatkan ratusan ribu hektar rawa yang tersebar di enam provinsi yang akan digunakan sebagai lahan pertanian produktif. Di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan kita targetkan 500.000 hektar,” katanya.
Indah Megawati menjelaskan, selain perluasan lahan, Kementan juga mulai menyiapkan sumber daya pertanian melalui program pemuda tani milenial, peningkatan program bantuan prasarana dan sarana pertanian, peningkatan infrastruktur pertanian, dan sebagainya.
“Kita tahu bahwa peralihan lahan pertanian terus terjadi. Terutama di Pulau Jawa. Maka pendekatan pertanian harus kita ubah. Dari pertanian konvensional, ke depan menjadi pertanian industri dan pertanian mekanis (dengan peralatan mesin). Dan ini akan melibatkan pemuda tani milenial,” ujarnya.
Pada panen raya padi itu, Indah Megawati mengapresisi para petani di Desa Balak yang telah menghasilkan padi sehat. Ini karena dalam pengelolaan lahannya meminimalkan penggunaan bahan kimia, sehingga dapat mengembalikan kesuburan tanah.
“Belakangan ini produktifitas padi di Jawa cenderung menurun karena lahannya sudah terkontaminasi bahan kimia. Karena itu, upaya para petani di Desa Balak yang dalam pengelolaan lahan mulai mengurangi bahan kimia ini perlu dicontoh atau diterapkan di daerah lain. Dan hasilnya, panenannya juga memuaskan,” terangnya.
Sedang Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Endang Srikarti Handayani mengatakan, dalam panen raya padi sehat ini pihaknya sengaja menghadirkan perwakilan dari Kementerian Pertanian RI dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Surakarta agar dapat membantu kebutuhan para petani di Desa Balak dan sekitarnya dalam rangka meningkatkan produktifitas hasil pertanian di Kabupaten Klaten.
“Sebagai wakilnya rakyat, saya tidak tinggal diam. Saya perlu mempertemukan para petani dengan berbagai pihak yang terkait dengan produksi pertanian. Saya berharap, para petani di Daerah Pemilihan (Dapil) saya ini dapat hidup sejahtera, dan meningkat produksi pertaniannya sehingga mampu swasembada beras. Dengan demikian, tidak ada lagi impor beras di wilayah Solo Raya,” harapnya.
Tak hanya itu, Calon Legislatif (Caleg) Dapil Jawa Tengah V dari Partai Golkar ini juga mendorong generasi muda agar mau pulang ke desa dan menjadi petani.
“Kalau para pemuda yang bekerja di kota itu mau pulang ke desa, dan mau menjadi petani, saya yakin, warga akan lebih sejahtera hidupnya. Karena para pemuda ini lebih produktif dalam melakukan pengolahan lahan pertanian sehingga produksinya menjadi lebih maksimal,” ucapnya.
Panen raya padi sehat di Desa Balak ini berlangsung hangat dan bersahabat. Para petani duduk bareng bersama pejabat dan wakil rakyat. Secara simbolis, panen padi dilakukan dengan mesin pemotong padi. Selanjutnya, hadirin makan bersama nasi gudangan di jalan tengah persawahan sambil menikmati minuman khas “jakat” alias jahe dan katul.









