Pemdes Kemudo Targetkan Seluruh Warga Pekerja Tercover BPJS Ketenagakerjaan, Kades: Ini Bukti Negara Hadir Untuk Masyarakat 

Agency Director Bimantoro Agency bpjamsostek, Bayu Wiwoho (tengah) menyerahkan santunan jaminan kematian secara simbolis kepada Kepala Desa Kemudo Hermawan Kristanto (kiri), dan kemudian diberikan kepada ahli waris almarhum Slamet Widodo, Kamis (16/3/2023).

WartaKita.org – BPJS Ketenagakerjaan melalui Bimantoro Agency bpjamsostek menyalurkan santunan jaminan kematian kepada kepada ahli waris dari almarhum Slamet Widodo (53), warga Tegal Gebang RT 03 RW 03 Dukuh Gunung Ampo, Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten pada Kamis (16/3/2023).

Santunan jaminan kematian secara simbolis diserahkan oleh Agency Director Bimantoro Agency bpjamsostek, Bayu Wiwoho kepada Kepala Desa (Kades) Kemudo Hermawan Kristanto, dan kemudian diberikan kepada ahli waris almarhum Slamet Widodo.

Bacaan Lainnya

Penyerahan santunan jaminan kematian yang tidak lebih dari 24 jam setelah peserta meninggal ini merupakan komitmen Bimantoro Agency bpjamsostek untuk mewujudkan One Day Service (pelayanan satu hari) kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk diketahui, almarhum Slamet Widodo meninggal pada Rabu Kliwon (15/3/2023) pukul 23.00 WIB di rumah duka, dan dimakamkan pada Kamis Legi (16/3/2023) pukul 11.00 di makam suci Bulurejo. Slamet Widodo meninggal istri, Sumi Lestari dan dua anak serta satu cucu.

Kepala Desa (Kades) Kemudo Hermawan Kristanto menyampaikan, masyarakat Desa Kemudo sudah bisa merasakan manfaat dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Ketika ada warga yang meninggal dunia, dan kebetulan masih mempunyai anak-anak yang kurang mampu, mereka masih bisa melanjutkan sekolah karena mendapat santunan. Anak-anak bisa tetap melanjutkan sekolahnya. Bahkan, sampai anak-anak itu bisa mandiri.

“Dan secara kebetulan, pada hari ini, ada warga Desa Kemudo yang meninggal dunia (Slamet Widodo), yang (maaf) ekonominya menengah ke bawah. Beliau bekerja sebagai buruh, dan istrinya bekerja sebagai pemulung. Dan alhamdulilah, ahli warisnya mendapat santunan. Semoga santunan ini dapat mengangkat harkat dan martabatnya. Semoga kehidupannya mendatang menjadi lebih baik. Itu adalah salah satu manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang sudah menjalin kerjasama atau MoU dengan Pemerintah Desa Kemudo melalui Bimantoro Agency bpjamsostek,” katanya.

Hermawan Kristanto menjelaskan, Pemdes Kemudo sudah menjalin kerjasama atau MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui Bimantoro Agency bpjamsostek. Semua kepala rumah tangga yang ada di Desa Kemudo sudah didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang dibiayai dari hasil usaha BUMDes Kemudo Makmur.

“Manfaat dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini cukup besar. Dan langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ketika ada suatu musibah kematian, (ahli waris) peserta mendapat santunan jaminan kematian Rp42 juta. Ini salah satu cara untuk penanganan kemiskinan ekstrim yang ada di masyarakat. Dan juga untuk penanggulangan risiko sosial dalam masyarakat,” ujarnya.

Kades Kemudo menyatakan, di tahun 2023, warga yang sudah didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan ada sejumlah 1.600 orang. Sedang targetnya, sampai di bulan Januari 2024 nanti, ada penambahan kurang lebih 1.000 peserta. Sehingga di tahun 2024, bisa terdaftar sejumlah kurang lebih 2.600 peserta yang dibiayai dari pembagian hasil usaha BUMDes Kemudo Makmur.

Karena di Desa Kemudo ini ada istri yang bekerja sebagai buruh harian lepas, peternak, petani, juru masak, dan sebagainya. Dan mereka ini belum tercover BPJS Ketenagakerjaan. Sebab selama ini baru kepala rumah tangga yang didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Nantinya, istri yang bekerja juga akan kita daftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Tapi nanti kita juga lihat budget anggarannya juga. Karena peserta BPJS Ketenagakerjaan ini dibiayai dari BUMDes Kemudo, dari bagian hasil usahanya yang 2 persen itu,” tandasnya.

Kades berharap, kedepan, semua pekerja di Desa Kemudo yang totalnya mencapai sekitar 4.000 orang ini bisa masuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalau ini benar-benar terwujud, maka siapapun kita, pasti tidak akan minta. Tetapi ketika ada yang tertimpa sebuah musibah, maka negara hadir lewat BPJS Ketenagakerjaan. Ini adalah wujud Pemerintah Desa (negara) yang hadir untuk masyarakat. Ini merupakan salah satu cara Pemerintah Desa dalam pengentasan kemiskinan, baik itu kemiskinan biasa maupun kemiskinan ekstrim. Karena setelah kita analisa dan kita buktikan sendiri, dengan beberapa kejadian itu, BPJS Ketenagakerjaan cukup efektif dan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Utama BUMDes Kemudo Makmur, Isa Ansori mengatakan, Pemdes Kemudo bekerjasama dengan BUMDes Kemudo Makmur telah mengikutsertakan 1.600 anggota BUMDes menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan. Kerjasama atau MoU ini mulai dilakukan pada akhir tahun 2022 akhir. Dan sebagian peserta sudah menerima manfaatnya.

“Usulan pendaftaran menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan itu dimulai dari Pemdes Kemudo. Kemudian, program itu disampaikan ke BUMDes Kemudo Makmur. Usulan tersebut selanjutnya dibawa untuk dibahas dan disepakati di musyawarah desa (Musdes). Karena Musdes merupakan keputusan tertinggi di desa,” ungkapnya.

Isa Ansori menambahkan, kerjasama antara Pemdes dan BUMDes Kemudo dengan BPJS Ketenagakerjaan ini sangat memberikan manfaat yang luar biasa kepada masyarakat.

Alhamdulillah, BPJS Ketenagakerjaan ini sudah memberi manfaat kepada masyarakat. Terutama masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Seperti contoh beberapa waktu lalu. Ada janda yang meninggal dunia, yang mempunyai tiga anak yang masih sekolah. Karena yang bersangkutan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka ahli warisnya mendapat santunan, sehingga bisa membantu untuk biaya sekolah,” paparnya.

Pos terkait