Pembayaran Zakat ASN Pemkab Klaten Melalui BAZNAS Masih Rendah, Ini Yang Perlu Dilakukan….

Ketua DPRD Kabupaten Klaten Hamenang Wajar Ismoyo berfoto bersama staf pengelola BAZNAS Kabupaten Klaten, Selasa (4/1/2022).

WartaKita.org – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Klaten berperan besar dalam turut mengentaskan kemiskinan di wilayah Klaten.

Kepala Unit Pelaksana BAZNAS Kabupaten Klaten, Wahyudi Martono, Selasa (4/1/2022), menyampaikan, berdasarkan data, zakat, infak dan sodakoh dari masyarakat yang masuk ke BAZNAS Klaten pada tahun 2021 mencapai Rp4.400.000.000 lebih.

Bacaan Lainnya

“Perolehan zakat, infak dan sodakoh sampai 31 Desember 2021 mencapai Rp4.420.000.000,” katanya.

Wahyudi Martono menjelaskan, BAZNAS merupakan lembaga pemerintah non struktural yang merupakan mitra pemerintah dalam rangka mengentaskan kemiskinan.

“Penggunaan dana BAZNAS Klaten antara lain untuk membantu pemerintah seperti pembelian APD (alat pelindung diri) pencegahan Covid-19, rehab rumah tidak layak huni sebanyak 50 unit, dan sebagainya,” ujarnya.

Wahyudi Martono mengatakan, pengumpulan zakat di BAZNAS Klaten selama ini paling besar dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama (yang mencapai 100 persen). Kemudian dari Yayasan Jamaah Haji dan RSI Klaten, ASN di lingkungan Pemkab Klaten, dan lainnya. Sedang potensi zakat ASN di lingkungan Pemkab Klaten bisa mencapai Rp29 Miliar.

“Zakat dari ASN Pemkab Klaten baru sekitar 10 persen. Sedang pengumpulan zakat dari ASN yang sudah bagus itu di Kementerian Agama, yang sudah mencapai 100 persen. Kalau di lingkup Pemkab Klaten, yang sudah aktif menyetor zakat yaitu Badan Pengelola Keuangan Daerah. Tetapi ada satu Kecamatan yang belum berpartisipasi (menyetor zakat),” jelasnya.

Sedang Ketua DPRD Kabupaten Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyatakan, potensi BAZNAS dalam ikut membantu pemerintah di tengah kondisi APBD Kabupaten Klaten yang mengalami penurunan ini luar biasa.

“Potensi BAZNAS itu luar biasa. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, dimana APBD Klaten menurun karena pendapatan dari Pusat juga turun. Padahal dalam rangka pengentasan kemiskinan ini, kita harus menggandeng pihak lain, seperti BAZNAS, dan sebagainya,” tandasnya.

Hamenang berharap, berdasarkan potensi  tersebut, Bupati dapat mengambil kebijakan agar ASN di Kabupaten Klaten menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Sehingga pendapatan BAZNAS akan lebih besar, yang pada akhirnya dapat membantu masyarakat.

Pos terkait