Pasca Reorganisasi, WKRI Klaten Lakukan Konsolidasi, Bersinergi Dengan Hierarki

WKRI DPC Kabupaten Klaten berfoto bersama Moderator WKRI, Rama Gregorius Sulistyanto, Pr usai pengukuhan di Gereja Paroki Roh Kudus Kebonarum, Minggu (20/3/2022) lalu.

WartaKita.org – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kabupaten Klaten telah menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Gedung Eko Kapti Klaten pada Minggu (13/2/2022) lalu.

Dalam Konfercab ini terpilih Ketua WKRI DPC Kabupaten Klaten yang baru, yaitu Christiana Sri Andayani. Selanjutnya, Ketua WKRI DPC Klaten terpilih ini diberi kewenangan untuk menyusun Kepengurusan WKRI DPC Kabupaten Klaten periode 2022 – 2025 .

Bacaan Lainnya

Kepengurusan WKRI DPC Kabupaten Klaten periode 2022 – 2025 ini dikukuhkan oleh Moderator WKRI DPC Klaten, Rama Gregorius Sulistyanto, Pr dalam Perayaan Ekaristi yang diadakan di Gereja Paroki Roh Kudus Kebonarum, Kabupaten Klaten pada Minggu (20/3/2022) lalu.

Dalam Perayaan Ekaristi ini Rama Gregorius Sulistyanto, Pr berpesan kepada WKRI DPC Klaten untuk tetap setia dan terus berkegiatan menghidupi WKRI.

“Sebagai anggota WKRI, para ibu harus mau menyangkal diri, memanggul salib, dan mengikuti Aku (Tuhan). Karena itu, para ibu harus saling men-support (mendukung) satu sama lain. Dan juga harus didukung dari keluarga,” kata Pastor Kepala Paroki Roh Kudus Kebonarum ini.

Sedang Ketua WKRI DPC Kabupaten Klaten, Christiana Sri Andayani saat ditemui di Klaten, Senin (18/4/2022), menyampaikan, pasca reorganisasi, pengurus WKRI Klaten melakukan konsolidasi dan menyusun program kerja.

Sejumlah program kerja WKRI DPC Klaten ini diantaranya konsolidasi internal dan sosialisasi Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga WKRI, rakor dan pembelajaran tentang radikalisme dan korupsi, rakor dan pembelajaran tentang eco print, peningkatan kapasitas pengurus (pembekalan dari WKRI DPD Jawa Tengah), sosialisasi tentang pengisian Perangkat Desa, pembelajaran tentang Ajaran Sosial Gereja (ASG), Perayaan Ekaristi dalam rangka HUT WKRI, kunjungan ke Ranting atau Anak Ranting WKRI, serta kunjungan ke Pemerintah Daerah, Paroki dan jejaring lainnya.

Acara Konferensi Cabang WKRI Klaten di Gedung Eko Kapti Klaten pada Minggu (13/2/2022) lalu.

Selain itu, WKRI DPC Klaten juga memprogramkan kesehatian pendidikan dengan mengumpulkan uang receh Rp1.000 per hari pada bulan Mei (Bulan Pendidikan), kaderisasi dengan mengaktifkan kembali ranting Delanggu dan Cawas, serta penambahan Ranting Gantiwarno, dan penambahan anggota untuk Ranting Klaten Utara dan Klaten Selatan.

“Terkait Pemilu 2024, kita mendorong anggota WKRI untuk terlibat menjadi pelaksana Pemilu baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan atau desa, bahkan sampai di tempat pemungutan suara (TPS),” katanya.

Christiana Sri Andayani menyatakan, WKRI merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang strategis untuk membawa apa yang ada di gereja untuk diterapkan  di masyarakat.  Karena itu, konsolidasi internal perlu terus dilakukan, sehingga setiap pengurus tahu apa yang menjadi tugas pokok fungsi (tupoksi)-nya masing-masing dalam satu tim.

“Maka kita ingin mengajak perempuan Katolik minimal berusia 18 tahun untuk mau masuk (menjadi anggota) WKRI. Sebab kaderisasi (perempuan) itu penting. Kita akan terus berjuang bagaimana mewujudkan kesetaraan gender dan bagaimana menyiapkan wanita menjadi pemimpin di area publik,” harapnya.

Koordinator Paguyubang Ketua Lingkungan (Kaling) dan Ketua Wilayah (Kawil) Paroki Santa Maria Assumpta Klaten ini berharap, WKRI Klaten bisa bersinergi dengan hierarki (pimpinan Gereja). Karena sebagian hierarki ada yang masih kurang paham mengenai Wanita Katolik RI dan Ibu Paroki.

Menurutnya, Wanita Katolik RI dan Ibu Paroki itu mempunyai tugas yang berbeda. Ibu Paroki bergerak dengan fokus kegiatan di tataran paroki. Sementara Wanita Katolik RI bergerak dengan fokus kegiatan di masyarakat sesuai Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Wanita Katolik RI dan Ibu Paroki berjalan sendiri – sendiri sesuai dengan fokus  garapan masing – masing dan diharapkan saling bersinergi. Meskipun ada personil Ibu Paroki yang juga menjadi anggota Wanita Katolik RI.

“Kita ingin mendatangi 10 paroki di Klaten. Kita akan memperkenalkan WKRI agar tidak terjadi pemahaman yang kurang tepat antara (ibu) WKRI dengan ibu paroki, ibu lingkungan, dan sebagainya,” ungkapnya.

Pos terkait