WartaKita.org – Paroki Santo Yusup Pekerja Gondangwinangun, Kabupaten Klaten mengadakan Perayaan Ekaristi khusus untuk umat yang telah lanjut usia (Lansia) di gereja setempat pada Minggu (1/4/2018) siang. Usai Ekaristi, dilanjutkan dengan makan bersama serta pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bekerja sama dengan Rumah sakit Cakra Husada (RSCH) Klaten.
Ketua panitia perayaan Paskah Paroki Gondangwinangun, FX Udiyono menjelaskan, Ekaristi dan pengobatan gratis ini diadakan dalam rangkaian kegiatan Paskah. Kepanitiaan Paskah Paroki Gondangwinangun tahun 2018 ini diampu oleh Wilayah Lukas, yang terdiri dari Lingkungan Santa Anna Klampokan, Santo Basilius Gulungi, dan Vicensius Granting.
“Perayaan Ekaristi diikuti sekitar 400 lansia. Sedangkan yang ikut pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ada 55 lansia,” katanya.
Udiyono menyampaikan, Ekaristi dan pengobatan gratis ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian Gereja terhadap mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD).
“Kita berharap, dengan kegiatan ini, umat bisa merasa diperhatikan. Mereka yang selama ini “merasa” kecil, lemah, dan sebagainya merasa diperhatikan Gereja. Karena dalam kegiatan ini, kita adakan Ekaristi khusus untuk Lansia. Setelah itu kita sediakan makan bersama. Dan Lansia yang merasa sakit atau kurang enak badan kita sediakan layanan kesehatan gratis,” ujarnya.
Udiyono mengatakan, Ekaristi dan pengobatan gratis ini rutin diadakan setiap tahun. Tetapi yang bekerjasama dengan RSCH Klaten baru pertama kali ini diadakan.
“Kegiatan pengobatan gratis seperti ini rutin kita adakan. Sebelumnya, kegiatan ini ditangani oleh tim kerja kesehatan paroki. Dan pernah bekerjasama dengan Puskresmas Jogonalan. Tetapi pada tahun ini, kita bersinergi dengan RSCH Klaten,” ungkapnya.
Sedang Humas RSCH Klaten Sukarno menyatakan, kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis untuk Lansia ini merupakan bagian dari program Klaten Sehat, sub program Kampung Sehat yang sudah dicanangkan Rumah Sakit Cakra Husada Klaten sejak beberapa tahun yang lalu.
“Kami senang bisa bersinergi dan bekerjasama dengan pihak manapun, termasuk dengan Paroki Gondangwinangun. Kegiatan ini adalah bentuk komitmen dan kontribusi RSCH Klaten dalam mengedukasi dan menyehatkan masyarakat,” ucapnya.
Sukarno menambahkan, agar tetap sehat, maka Lansia perlu memperhatikan pola hidupnya.
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar Lansia tetap sehat, yaitu pertama, mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Kedua, melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, sekurang-kurangnya satu tahun sekali. Ini untuk mendeteksi dini terhadap penyakit kronis. Lansia juga perlu menggunakan obat sesuai anjuran petugas kesehatan.
Ketiga, pengaturan gizi atau diet seimbang. Lansia perlu makan beraneka ragam makanan, dan diet sesuai kebutuhan gizi yang dianjurkan sesuai kondisi kesehatan meliputi sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Lansia juga perlu banyak makan sayur dan buah guna kebutuhan vitamin, mineral dan serat.
Keempat, memelihara kebersihan tubuh secara teratur (seperti mandi dua kali sehari dengan sabun mandi), dan menggunakan pakaian, serta alas kaki yang nyaman dan aman. Kelima, memelihara kebersihan gigi dan mulut (seperti menggosok gigi dua kali sehari). Dan apabila menggunakan gigi palsu, perlu dilepas dan dibersihkan setiap hari.
Keenam, membiasakan melakukan aktivitas fisik (berjalan, mencuci, menyapu, dan lainnya). Sedang , latihan fisik seperti senam, berjalan, berenang, dan sebagainya perlu dilakukan sekurangnya 30 menit sehari, dan 3 kali seminggu.
Ketujuh, menjauhi asap rokok dan zat adiktif lainnya (atau lebih baik tidak merokok). Kedelapan, mengembangkan hobi sesuai dengan kemampuan. Kesembilan, istirahat yang cukup dan mengelola stres dengan baik.
“Dan kesepuluh, terus melakukan kegiatan mengasah otak seperti bermain catur, mengisi teka-teki silang, membaca buku, menari, bermain musik, bercerita, bersosialisasi, dan sebagainya,” paparnya.









