Manfaatkan Lahan Sempit, Lakukanlah “One Pot One Plant”

Lahan sempit tidak menjadi penghalang untuk menanam berbagai tanaman. Lakukanlah one pot one plant.

JUMLAH penduduk yang terus bertambah membuat bumi ini terasa semakin sesak. Akibatnya, daya dukung lingkungan terhadap kehidupan manusia semakin terbatas.

Ketika lahan menjadi sempit, timbullah berbagai permasalahan di lingkungan, seperti minimnya pohon atau tanaman. Makin berkurangnya pohon atau tanaman mengakibatkan dampak dari pemanasan global seperti meningkatnya suhu udara semakin dirasakan manusia. Akibatnya, manusia semakin merasa gerah dan kepanasan.

Bacaan Lainnya

Permasalahan lain yang juga dirasakan manusia yaitu ketersediaan udara segar. Ini karena polusi udara yang makin terasa di mana-mana, apalagi di kota-kota besar. Lantas, apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut?

Di kota-kota besar, ketersediaan lahan yang bisa ditanami pohon atau tanaman memang menjadi permasalahan tersendiri. Karena lahan untuk menanam pohon atau tanaman semakin langka, dan bahkan sudah tidak ada lagi. Meski begitu, selalu ada cara yang dapat dilakukan oleh warga jika mereka berniat ingin menanam pohon atau tanaman. Salah satu caranya dengan konsep “One Pot One Plant”, atau satu pot satu tanaman.

Yang dimaksud dengan konsep “satu pot satu tanaman” yaitu upaya untuk menanam satu jenis tanaman (dapat berupa tanaman bunga, sayuran, buah dan sebagainya) pada satu pot (tempat). Pot ini berupa tempat atau wadah apa saja. Misalnya botol bekas air mineral.

Konsep satu pot satu tanaman ini memiliki banyak kelebihan. Pertama, dapat dan mudah dilakukan oleh siapa saja (termasuk anak dan para ibu rumah tangga). Kedua, hanya butuh alat sederhana dan ringan untuk melakukannya. Ketiga, dapat dilakukan di mana saja (pot dapat ditaruh di berbagai tempat). Keempat, pemanfaatan barang bekas (botol air mineral dan sebagainya). Kelima, penghijauan pekarangan. Keenam, penghasil oksigen yang sangat dibutuhkan manusia. Ketujuh, penyedia sumber bahan pangan yang sehat (kalau dikelola secara organik). Dan kedelapan, dapat menambah penghasilan keluarga. 

Konsep satu pot satu tanaman ini sangat mudah dikerjakan. Caranya cukup dengan memotong bagian atas pot. Sedangkan tinggi pot tergantung keperluan. Jangan lupa, pot perlu dilubangi pada bagian bawahnya untuk sirkulasi air agar akar tidak membusuk.

Media tanamnya juga sederhana, yaitu berupa campuran dari 1 tanah, 1 pasir, dan 1 kompos. Setelah media tanam ini sudah siap, maka segera dimasukkan ke dalam pot. Tunggu beberapa hari, kemudian segeralah ditanami dengan berbagai jenis tanaman, misalnya sayuran, seperti sawi, cabe, bayam, kangkung, dan sebagainya.

Cara pemeliharaannya pun mudah. Cukup disiram atau diberi air sedikit setiap hari. Tidak perlu banyak, karena prinsip penggunaan air dalam konsep satu pot satu tanaman ini sangat efisien. Yang penting tanah kelihatan basah oleh air. Jadi, sangat menghemat air, sehingga air dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain.

Selain itu, tanaman dalam pot juga perlu mendapat sinar matahari secara cukup agar pertumbuhan tanaman berlangsung baik.

Anda tertarik? Silakan mencoba. Karena konsep satu pot satu tanaman ini adalah solusi cerdas menanam tanaman di lahan minim dan sangat hemat air.

 

L Sukamta

Pos terkait