Nguri-Uri Seni Budaya, Wartawan Klaten Main Ketoprak

Pentas ketoprak wartawan di halaman RSPD Klaten, Kamis (1/3/2018) malam.

WartaKita.org – Para wartawan yang bertugas di Kabupaten Klaten menggelar ketoprak di halaman Radio Siaran Publik Daerah (RSPD) Klaten pada Kamis (1/3/2018) malam.

Pagelaran ketoprak yang mengambil lakon “Mustikaning Senopati Majapahit” ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018.

Bacaan Lainnya

Kabag Humas Pemkab Klaten Wahyudi Martono dalam laporan menyampaikan, pentas ketoprak wartawan ini menjadi ajang yang baik untuk menjalin kemitraan antara wartawan, Pemerintah, dan masyarakat.

“Selain itu, juga untuk nguri-uri seni budaya Jawa, khususnya seni ketoprak di Klaten,” katanya.

Sedang Bupati Klaten Sri Mulyani saat membuka pagelaran ketoprak wartawan mengatakan, seni ketoprak tidak hanya memberikan hiburan kepada masyarakat. Namun bisa juga digunakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat melalui hiburan seni tradisional.

“Seni budaya tradisional diharapkan bisa menjadi penyeimbang masuknya seni budaya dari luar negeri yang selama ini menjadi trend di kalangan generasi muda. Karena itu, Pemkab Klaten meminta kepada masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan seni budaya Jawa yang ada seperti ketoprak ini,” pesannya.

Pembukaan pentas ketoprak wartawan dilakukan oleh Bupati Klaten dengan pemukulan kentongan. Sebelum acara pembukaan, diawali dengan pementasan Tari Gambyong yang dibawakan oleh sejumlah pelajar dari SMP Negeri 2 Klaten.

Meskipun halaman RSPD Klaten sempat diguyur hujan sejak sore, namun hal itu tidak menyurutkan semangat para wartawan untuk menampilkan yang terbaik sesuai perannya. Masyarakat dan pejabat juga antusias untuk menonton ketoprak yang berlangsung sekitar empat jam itu.

Gelak tawa para penonton pun pecah saat melihat tingkah polah para wartawan selama pentas  ketoprak berlangsung. Ini dikarenakan sering terjadinya “kesalahan” ucap saat para pemain berdialog di atas panggung. Namun justru “kesalahan” ucap inilah yang mengundang tawa penonton.

Terkait, sejumlah pemain mengaku kesulitan menjalani proses pementasan ketoprak yang dimotori para wartawan, pelaku kehumasan, dan seniman tersebut. Terlebih saat latihan. Selain kesulitan menghapal dialog, mereka juga kesulitan  dalam membagi waktu saat latihan bersama.

Pos terkait