WartaKita.org – Tim Mentor Sebaya Credit Union Kridha Rahardja (CU KR) melakukan edukasi dan pelatihan membuat Jadam Microbial Solution (JMS) kepada murid SD Eksperimental Mangunan Kerten yang berada di Dukuh Gunung Wungkal, Desa Kerten, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten pada Rabu (18/6/2025) pagi.
Anak-anak merasa senang dan antusias mengikuti edukasi dan pelatihan membuat JMS ini. Karena kegiatan ini merupakan sesuatu yang baru bagi mereka.
Tim Mentor Sebaya Credit Union Kridha Rahardja Laurentius Sukamta menyampaikan, Jadam Microbial Solution (JMS) merupakan larutan mikroorganisme yang bermanfaat dalam pertanian organik, khususnya dalam sistem pertanian JADAM.
JADAM adalah sistem atau metode pertanian organik dari Korea yang dikembangkan oleh Youngsang Cho. JADAM merupakan singkatan bahasa Korea dari Jayonul Damun Saramdul yang artinya “orang yang menyerupai alam”.
“JMS digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah, menyeimbangkan pH (keasaman tanah), dan memperkuat mikroba baik yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman,” katanya.
Komite Keuangan TP Wedi ini menjelaskan, bahan untuk membuat JMS (ukuran 10 liter) ini berupa kentang (sumber pakan mikro organisme) 1 biji, garam kasar atau garam grosok (sumber mineral pengganti molase) 1 sendok makan, lapukan daun bambu (sumber mikroorganisme) 1 genggam, dan air lunak (yaitu air hujan, air AC, air RO) 10 liter.
Adapun cara membuat JMS yaitu kentang direbus dengan 1 liter air sekitar 20 menit sampai tekstur kentang melunak. Kemudian pisahkan kentang dan air rebusan. Kentang lalu dipotong kecil kecil. Selanjutnya, masukan air lunak ke dalam ember dan tambahkan garam ke dalam air, lalu diaduk hingga merata.
Masukan kentang dan 1 genggam lapukan daun bambu ke dalam kantong kain kaos atau kaus kaki. Lalu diremas-remas supaya ekstrak kentang dan lapukan daun bambu ke luar. Agar kantong kain itu tenggelam, maka perlu diberi pemberat batu. Setelah itu, tambahkan air rebusan kentang ke dalam ember, kemudian ditutup. Campuran dalam ember tertutup ini kemudian ditutupi isolator (daun pisang) supaya tidak terkena matahari langsung selama 24 jam.
“Tanda JMS yang sudah jadi adalah PH netral (7) dan muncul buih sebagai tanda kehidupan mikroorganisme,” jelasnya.

Usai pemberian materi atau edukasi, anak-anak melakukan praktek langsung membuat JMS sesuai arahan dari Mentor CU Kridha Rahardja. Mereka antusias dan gembira membuat JMS. Apalagi, ini adalah pengalaman baru bagi mereka.
Edukasi dan pelatihan membuat JMS ini disambut baik oleh anak-anak SD Eksperimental Mangunan Kerten.
“Kami sangat senang karena bisa mengenal apa itu JMS. Kami juga diajari untuk praktek langsung membuat JMS. JMS ini untuk menyuburkan tanah,” ungkap Scholastika Griselta Erita Sari, murid Kelas VI SD Eksperimental Mangunan Kerten.
Hal senada juga disampaikan Kepala Sekolah (Kasek) SD Eksperimental Mangunan Kerten Nurberta Erna Adriyanti.
“Mewakili SD Eksperimental Mangunan Kerten kami sangat senang dengan diadakannya pelatihan membuat JMS ini. Karena anak-anak benar-benar bisa langsung praktek dalam pembuatan JMS. Mereka sangat antusias, dan (pelatihan membuat JMS ini) sangat berguna bagi mereka. Nah, kedepannya anak-anak bisa praktek membuat sendiri di sekolah maupun di rumah. Terima kasih untuk Tim CU Kridha Rahardja,” ucapnya.

Untuk diketahui, ada banyak manfaat dari JMS ini. Satu, meningkatkan kesuburan tanah. JMS membantu memperbaiki kualitas tanah dengan meningkatkan kandungan mikroorganisme yang bermanfaat, yang pada gilirannya meningkatkan kemampuan tanah untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman. Dua, menyeimbangkan pH (keasaman) tanah. JMS membantu menormalisasi pH tanah, yang penting untuk penyerapan nutrisi tanaman yang optimal. Tiga, memperkuat mikroba baik. JMS mengandung berbagai mikroorganisme baik yang membantu dalam siklus nutrisi, menekan hama dan penyakit, serta meningkatkan pertumbuhan tanaman.
Empat, memperbaiki kondisi media tanam. JMS membantu menggemburkan media tanam yang terlalu padat, sehingga akar tanaman dapat berkembang dengan baik. Lima, menambah nutrisi tanaman. Selain memperbaiki tanah, JMS juga dapat memberikan nutrisi tambahan bagi tanaman. Enam, meningkatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit. Mikroba baik dalam JMS dapat membantu melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Dan tujuh, mengurangi penggunaan pupuk kimia. Dengan menggunakan JMS, penggunaan pupuk kimia dapat dikurangi karena JMS dapat memenuhi sebagian kebutuhan nutrisi tanaman.
Adapun cara penggunaan JMS dapat diencerkan dengan air dalam perbandingan 1:20 (1 liter JMS dengan 20 liter air). Sedang untuk aplikasi, larutan yang sudah diencerkan itu dapat disiramkan pada tanah dan tanaman secara menyeluruh. Frekuensi aplikasi JMS dapat dilakukan 2 minggu sekali.









