WartaKita.org – Bulan Muharram selalu menjadi momen “istimewa” bagi Keluarga H Waloya, mantan Kepala Desa (Kades) Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten.
Setiap kali bulan Muharram, ia dan keluarganya bersama sejumlah kolega mengadakan acara Muharram Ceria, ajang pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.
Seperti yang dilakukan pada Jumat (25/7/2025) sore itu.
Waloya mengadakan acara “Muharram Ceria Bersama 500 Anak Yatim Dan Dhuafa Lansia” di halaman parkir rumah Batik Fendy di Dukuh Gopaten, Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes.
Muharram Ceria kali ini mengusung tema “Tebar Kebaikan, Panen Keberkahan”.
Dalam Muharram Ceria ini, Waloya memberikan santunan kepada 500 anak yatim dan dhuafa lansia dari Desa Gemblegan dan sekitarnya. Bahkan dari luar Kecamatan Kalikotes.
Kegiatan peduli dan berbagi ini dihadiri Pj Kades Gemblegan Kumpul Haryadi, Camat Kalikotes Kliwon Yoso yang diwakili Kasi Tata Pemerintahan Ngatmini, para Kepala Desa se Kecamatan Kalikotes, dan undangan lainnya.
Acara Muharram Ceria ini dimeraihkan dengan penampilan anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurul Muslimin Dukuh Tambaksari, Desa Gemblegan.
Mewakili keluarga, Waloya mengucapkan terima kasih kepada sanak saudara dan handai taulan yang telah membantu acara santunan anak yatim atau Muharram Ceria ini.
“Semoga Allah membalasnya dengan balasan yang terbaik,” katanya.
Pada kesempatan itu, Waloya juga menyampaikan terima kasih kepada bapak, ibu yang telah menitipkan sebagian hartanya untuk kegiatan ini. Diantaranya Hj Suginem Broto Harjono, H Agus Haryanto dan istri, H Agus Cahyono dan istri, Hj Yayuk Sami Rahayu, H Tri Joko Waluya, serta Lisa, Datik, dan Etik dari pengajian Khairunnisa.
“Semoga amal baik panjenengan semua mendapatkan pahala yang setimpal, dan kelak akan berguna bagi kita semua. Dan panjenengan semua mendapatkan ridha dari Allah SWT,” ujar Waloya.
Sedang Camat Kalikotes Kliwon Yoso yang diwakili Kasi Tata Pemerintahan Ngatmini menyampaikan terima kasih kepada keluarga Waloya dan para donatur yang telah menyelenggarakan Muharram Ceria bersama 500 anak yatim dan dhuafa lansia ini.
“Semoga kegiatan ini bisa dilanjutkan di tahun-tahun yang akan datang. Karena kegiatan ini sangat membantu bapak, ibu, dan adik-adik semua, dalam pendidikan, maupun dalam kehidupan. Semoga bapak, ibu Waloya beserta keluarga dan para donatur, selalu mendapatkan keberkahan, rejeki yang kathah (banyak) dan barokah, dan mendapatkan balasan dari Allah yang lebih baik,” harapnya.

Sementara itu Ustaz John Renaldi dalam tausiyah-nya mengungkapkan, di bulan Muharram ini, ada yang tidak boleh dilupakan, yaitu pertama, memberi santunan kepada anak yatim. Dan kedua, terus memperbaiki diri.
”Untuk memperbaiki diri itu caranya ada tiga. Pertama, perbanyak syukur kepada Allah. Kedua, perbanyak memperbaiki diri. Dan ketiga, perbanyak amal soleh. Maka, anak-anak jangan lupa mendoakan orang-orang yang telah berbuat baik kepada kita. Semoga di tahun depan, kelak, anak-anak juga bisa memberikan santunan kepada orang-orang yang berkekurangan,” ungkapnya.
Muharram Ceria ini disambut baik oleh anak-anak.
“Terima kasih kepada keluarga Bapak H Waloya dan para donatur. Semoga keluarga Bapak H Waloya dan para donatur selalu dilimpahi kesehatan lahir dan batin, agar dapat menjalankan aktifitas dan amanah dengan lancar. Lindungilah dari segala mara bahaya dan keburukan serta niat jahat orang-orang dzolim. Mudahkanlah dan lancarkanlah setiap jalan rejekinya dalam kondisi apapun. Jadikanlah setiap amal sholeh keluarga Bapak H Waloya dan para donatur sebagai pembuka pintu rahmatMu,” ucap Fadio, warga Dukuh Tambaksari ini.









