Mohon Indulgesi Penuh, Umat Paroki Wedi Lakukan Ziarah Pengharapan Tahun Yubileum Di Gereja HKTY Ganjuran

Sebagian peserta Ziarah Pengharapan Tahun Yubileum 2025 berfoto bersama di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran pada Kamis (27/3/2025).

WartaKita.org – Sebanyak 132 umat Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten mengikuti kegiatan Ziarah Pengharapan Tahun Yubileum 2025 di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Kabupaten Bantul pada Kamis (27/3/2025).

Ketua Panitia Ziarah Pengharapan Paroki Wedi, Petrus Sumedi menyampaikan, ziarah pengharapan ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa paguyuban umat dan lingkungan yang ada di Paroki Wedi.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan di dalam peziarahan pengharapan Yubileum 2025 ini berupa rekonsiliasi atau pengakuan dosa, perayaan Ekaristi, dan melakukan amal kasih. Untuk pengakuan dosa dilayani oleh Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr dan Rama Heribertus Warnata Natawardaya, Pr. Sedang untuk perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rama Edy. Sementara untuk aksi amal kasih kita lakukan di Panti Asuhan Santa Maria Ganjuran,” katanya.

Sumedi menjelaskan, tujuan dari Ziarah Pengharapan ini yaitu ingin mendapatkan indulgensi penuh dari Tuhan.

“Indulgensi itu penting bagi kehidupan kita di masa datang. Karena hal itu merupakan suatu “investasi” bagi kita untuk mencari harta surgawi, biar nanti kita dapat hidup mulia dengan Tuhan di surga. Karena kita yakin, indulgensi penuh ini bisa kita terima dalam tahun yubileum ini. Dan ini merupakan kesempatan yang sangat baik dan indah bagi kita,” ujarnya.

Sumedi menyatakan, kesempatan untuk bisa bertemu dengan tahun yubileum ini sangat langka, karena akan ada setiap 25 tahun sekali.

“Ya, dengan usia para peserta (ziarah pengharapan) yang sudah rata-rata lansia di atas 60 tahun, 65 tahun, 70 tahun, ya kami tidak tahu, semua itu rencana di tangan Tuhan. Lalu untuk ikut indulgensi periode berikutnya masih harus menunggu 25 tahun lagi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tanggapan peserta ziarah pengharapan yubileum ini sangat antusias. Karena umat merasa terpanggil untuk membangun rekonsiliasi dengan Tuhan dan sesama.

“Rencana awal itu pesertanya dari Paguyuban Pecandu Ekaristi Harian. Terus kami matur dengan Rama Paroki, dan disarankan untuk tidak hanya umat atau anggota Paguyuban Pecandu Ekaristi Harian saja. Karena itu, kita lalu membuka kesempatan kepada paguyuban yang lain yang ingin ikut. Dan akhirnya, ada tiga bus yang ikut ziarah pengharapan ke Ganjuran ini,” tandasnya.

Sedang Rama Edy dalam homili mengatakan, pertobatan dan pengharapan itu seperti sisi mata uang logam.

“Ketika kita mohon pengharapan, maka benih-benih pertobatan itu muncul dalam diri kita. Tetapi, yang namanya pengakuan dosa itu baru bersifat (tindakan) pribadi. Maka, penitensi itu harus diwujudnyatakan. Semoga dengan doa, hidup suci (pengakuan dosa), dan amal kasih kita, hidup kita ini menjadi semakin baik. Berkat Tuhan juga semakin dirasakan. Sehingga rahmat indulgesi ini bisa disalurkan kepada sesama,” pesan rama.

Kegiatan Ziarah Pengharapan ini mendapat tanggapan yang baik dari peserta.

“Saya merasa sangat bersyukur dan berterima kasih khususnya kepada Paroki Wedi. Dalam hal ini kepada Rama Edy bersama Rama Nata beserta kelompok Pecandu Ekaristi Harian yang sudah memberikan kesempatan kepada kami. Ini adalah kesempatan yang sangat luar biasa, yang tidak pernah terjadi selama 25 tahun kedepan. Maka, ini juga menjadi suatu yang merupakan anugerah bagi umat Paroki Wedi karena kami difasilitasi, sehingga bisa melaksanakan ziarah pengharapan yubileum untuk mendapatkan rahmat indulgensi penuh,” ucap Chatarina Eny Sulistyanti.

Pos terkait