WartaKita.org – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, iklim di Indonesia tahun ini akan diwarnai dengan kemarau basah. Artinya, masih terjadi hujan meski sudah memasuki musim kemarau.
Meski di tahun ini diprediksi musim kemarau basah, namun hal itu tidak menyurutkan para petani di Kabupaten Klaten untuk tetap menanam tembakau.
Seperti yang dilakukan Juwandi, petani tembakau warga Dukuh Rejodani, Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.
Ia menanam tembakau jenis Grompol Jatim di lahan sekitar 10 hektar.
“Meskipun tahun ini musim La Nina, tetapi kami tetap tanam tembakau. Karena pasarnya (tembakau) luar biasa. Kebutuhan (permintaan) tembakau juga sangat banyak. Bahkan, sudah mencuat top great harga (tembakau),” katanya di sela acara dzikir dan tahlil mengenang satu tahun meninggalnya almarhumah Ny Bini di rumahnya, Selasa (28/6/2022) sore.
Pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah itu menyampaikan, pada musim tanam ini, ia menanam tembakau di lahan seluas 10 hektar di wilayah Kecamatan Kalikotes dan Trucuk.
“Tinggal 2 hektar yang belum saya tanami. Yang 8 hektar sudah tertanam. Usia tanaman sudah 60 hari. Tetapi nggak masalah. (bibit tembakau) Yang di tray (nampan) itu masih aman (untuk ditanam). Kalau (lahan) yang di Wonogiri memang kita pending dulu mengingat kondisi La Nina. Karena tanahnya lebih keras,” ujarnya.
Pembina APTI Kabupaten Klaten itu menyatakan, prinsipnya, kondisi musim kemarau basah tahun ini tidak mengkhawatirkan bagi petani tembakau.
“Karena kita punya pasar yang konkret. Bahkan buyer-buyer (pembeli) dari luar negeri sudah pada welcome to Indonesia. Wis pating kluyur, bahasane. Mereka takut tidak memperoleh (tembakau sesuai) target. Makanya, mereka langsung ke sini, melihat secara langsung. Seperti Mr Cleo yang datang langsung dari Denmark,” tandasnya.

Terkait acara dzikir dan tahlil untuk mengenang satu tahun meninggalnya almarhumah istrinya, Ny Bini, pada kesempatan itu Juwandi mengundang tetangga, sanak saudara, dan koleganya. Tampak hadir sejumlah petani tembakau, Kepala Desa, Pengurus APTI, anggota DPRD Kabupaten dari Fraksi PDIP, dan undangan lainnya.
Dzikir dan tahlil dipimpin oleh Modin Desa Karangpakel, Sukemi.
“Ini adalah acara mendak satu tahun meninggalnya almarhumah istri saya. Kami mohon doanya, semoga istri saya diterima di sisi Allah SWT, diberi tempat yang lebih bahagia, lebih nyaman daripada di alam dunia ini. Terima kasih atas dukungan moral dan doa yang sudah diberikan selama ini. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Anda dan keluarga dengan rahmat kesehatan,” ucap Juwandi.









