Meriahkan HUT RI Dan Lestarikan Budaya Jawa, Warga Desa Ngalas, Klaten Selatan Pentaskan Wayang Kardus Dengan Lakon “Wirasaba Tanding”

Warga Dukuh Ngalas antusias menonton pentas wayang kardus dengan lakon“Wirasaba Tanding” yang diadakan di halaman rumah Wagiman, warga RT 13, RW 05 pada Senin (28/8/2023) malam.

WartaKita.org – Ada banyak cara bisa dilakukan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke 78 Republik Indonesia (RI).

Warga RW 05 Dukuh Ngalas, Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten misalnya, memilih menggelar pentas wayang kardus yang diadakan di halaman rumah Wagiman, warga RT 13, RW 05 pada Senin (28/8/2023) malam.

Bacaan Lainnya

Pentas wayang kardus yang dimainkan oleh Ki Dalang Kuntet Hariyanto dari Desa Pasung, Kecamatan Wedi ini mengusung lakon “Wirasaba Tanding”.

Ketua RW 05 Dukuh Ngalas, Parman menjelaskan, pentas wayang kardus ini diadakan untuk memperingati HUT ke 78 RI. Selain itu, juga untuk melestarikan budaya Jawa.

“Setiap tahun kita mengadakan pentas wayang kulit. Nah, untuk tahun ini kita nanggap wayang kardus. Kita coba-coba dulu. Nanti bagaimana (tanggapan masyarakat). Harapannya, dengan pentas wayang kardus ini, kita bisa memeriahkan peringatan HUT RI, bisa untuk nguri-uri budaya Jawa, dan bisa menghibur masyarakat,” katanya.

Parman menyampaikan, ada sejumlah alasan mengapa pada tahun 2023 ini warga memilih menanggap wayang kardus.

“Salah satunya karena biayanya lebih murah. Kalau pentas wayang kulit itu biaya mencapai Rp25 juta. Itu (biaya) tahun kemarin. Tetapi kalau nanggap wayang kardus hanya Rp3,5 juta. Karena personilnya cuma 5 sampai 7 orang. Tetapi pentasnya hanya sampai jam 01.00 malam,” ujarnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan peringatan HUT ke 78 RI di Dukuh Ngalas ini diisi dengan pentas wayang kardus, lomba voli, jalan sehat, dan lomba pemancingan.

“Di RW 05 ini ada sekitar 90 kepala keluarga (KK). Kalau jumlah warganya ada 300-an orang. Semua biaya dari swadaya masyarakat. Masyarakat di sini itu semuanya guyub,” tandasnya.

Sekretaris Desa Ngalas, Dono menyerahkan tokoh wayang kardus kepada Ki Dalang Kuntet Hariyanto.

Sedang Sekretaris Desa (Sekdes) Ngalas, Dono dalam sambutan mewakili Pemerintah Desa menyambut baik pentas wayang kardus yang diadakan warga Dukuh Ngalas ini.

“Pemerintah Desa mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada warga Dukuh Ngalas yang pada tahun 2023 ini mengadakan pentas wayang yang berbeda dari biasanya, yaitu wayang kardus. Pentas wayang kardus ini merupakan wujud kreatifitas. Dan ini layak untuk diapresiasi. Semuanya itu untuk memeriahkan peringatan HUT ke 78 RI,” ungkapnya.

Sementara itu Ki Dalang Kuntet Hariyanto saat ditemui sebelum mentas menerangkan, pada malam ini, ia akan membawakan lakon  “Wirasaba Tanding”.

Inti ceritanya, Wirasaba adalah Pendekar Suling Gading. Ia sempat menderita lumpuh, dan akhirnya sembuh. Suatu saat, istri Wirasaba ini dicuri oleh gerombolan perampok, yaitu Watu Gunung dan kawan-kawan. Tetapi bisa diselamatkan oleh Mahesa Jenar. Namun Wirasaba tidak terima, dan akhirnya Wirasaba tanding dengan Mahesa Jenar.

“Saya berharap, apa yang saya pentaskan ini dapat menghibur masyarakat. Masyarakat senang, dan kedepan, saya bisa ditanggap lagi,” ucapnya.

Sebagian warga Dukuh Ngalas berfoto bersama sebelum pentas wayang kardus.

Pentas wayang kardus ini disambut baik warga. Mereka setia menonton pentas wayang kardus ini sampai berakhirnya pertunjukan. Warga merasa terhibur, karena menonton wayang dalam versi dan kemasan yang baru.

Pos terkait