WartaKita.org – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Prof Yohana Susana Yembise melantik Srikandi Sungai Indonesia (SSI) di Taman Bambu Senopaten Dukuh Klumutan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten pada Kamis (8/11/2018).
Pada kesempatan itu, Menteri Yohana Susana Yembise juga melantik Bupati Klaten Sri Mulyani sebagai Pembina Daerah SSI Kabupaten Klaten serta melantik sejumlah Pembina Daerah SSI kabupaten atau kota di Jawa Tengah.
Panitia yang juga relawan peduli sungai, Arif dalam laporan menyampaikan, Srikandi Sungai Indonesia yang dilantik ini Menteri PPPA ini merupakan para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), pelajar peduli sungai, dan dari organisasi kemayarakatan (ormas) perempuan yang ada di Kabupaten Klaten.
Sedang Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya berharap, dengan pelantikan SSI Kabupaten Klaten ini mereka terus kompak dan giat dalam menjaga sungai agar tetap bersih dan lingkungannya tetap sehat dan terhindar dari sampah.
“Dengan pelantikan SSI ini semoga Kabupaten Klaten ke depan semakin baik. Dan semoga semua komunitas peduli sungai di Kabupaten Klaten terus kompak dalam menjaga sungai di Klaten agar tetap bersih. Apalagi saat ini Klaten meraih juara 1 lomba komunitas peduli sungai tingkat nasional tahun 2018,” ujarnya.
Pelantikan Bupati Klaten Sri Mulyani sebagai Pembina Daerah SSI Klaten dan pelantikan Pembina Daerah SSI Kabupaten atau Kota di Jawa Tengah ini ditandai dengan pengalungan selendang oleh Menteri PPPA Yohana Susana Yembise.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Yohana Susana Yembise juga meresmikan Taman Sungai di Dukuh Klumutan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan buku taman sungai.
Menteri Yohana Susana Yembise juga menerima cinderamata dan sempat melakukan foto bersama dengan pembina daerah SSI dan anggota SSI.

Menteri PPPA Yohana Susana Yembise dalam sambutan mengatakan, selama ini, perempuan sering menjadi kelompok yang paling rentan terkena kekerasan dan eksploitasi. Perempuan juga rentan terkena dampak perubahan iklim.
“Karena perubahan iklim menjadi salah satu pemicu terjadinya bencana alam di Indonesia, maka perempuan juga harus diedukasi agar mampu menyelamatkan diri dan orang lain saat terjadi bencana. Sebab faktanya, saat terjadi bencana alam, jumlah perempuan yang bertahan lebih sedikit dibanding laki-laki,” terangnya.
Menteri Yohana Susana Yembise menyatakan, penanganan pasca bencana yang tidak responsif gender akan berdampak terhadap perempuan.
“Karena itu, perempuan perlu terus diberdayakan agar bisa menjadi agen perubahan yang secara efektif dapat melakukan upaya mitigasi perubahan iklim,” pesannya.

Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Deputi Bidang Kesetaraan Gender bekerjasama dengan Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB) Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada (UGM) yang merupakan sekretariat Srikandi Sungai Indonesia (SSI) Pusat mengukuhkan Srikandi Sungai Indonesia di Klaten. Pengukuhan SSI Kabupaten Klaten 2018 diselenggarakan bersamaan dengan Peresmian Taman Sungai Ramah Perempuan dan Anak Klaten.
“SSI merupakan sebuah forum perempuan penggiat pengelolaan lingkungan yang dilakukan secara partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan. Pengelolaan lingkungan disinyalir dapat menjadi salah satu upaya antisipasi dampak perubahan iklim,” tandasnya.









