Menjelang Pekan Suci, Paroki Wedi Adakan Kenduri Paskah, Rama Edy: Kerukunan Dan Persaudaraan Harus Terus Dijaga…

Suasana penuh kehangatan terasa saat acara Kenduri Paskah yang digelar di Balai Mandala Gereja Paroki Wedi pada Rabu (9/4/2025) malam.

WartaKita.org – Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten menggelar Kenduri Paskah yang diadakan di Balai Mandala gereja paroki setempat pada Rabu (9/4/2025) malam.

Kenduri Paskah ini diadakan sebagai bagian dari persiapan menyambut Pekan Suci dan sekaligus menjadi momen spesial untuk menyapa masyarakat di sekitar Gereja Paroki Wedi.

Bacaan Lainnya

Dalam Kenduri Paskah ini, panitia mengundang sejumlah tokoh masyarakat dan warga yang tinggal di sekitar gereja.

Sejumlah tokoh masyarakat hadir di Kenduri Paskah ini. Diantaranya Camat Wedi Widaya beserta Muspika, Kepala Desa Gadungan Amirudin, Ketua RW, Ketua RT, serta warga dari Dukuh Beku, Mlayan, Jeronboto dan Ngrahu.

Hadir juga dalam Kenduri Paskah ini, para rama, perwakilan Dewan Paroki, dan Panitia Paskah Paroki Wedi.

Semuanya berkumpul dalam suasana akrab dan penuh semangat kebersamaan.

Ketua Panitia Paskah Paroki Wedi, FX Agus Nugroho dalam laporan menyampaikan,secara garis besar, rangkaian kegiatan Pekan Suci akan diawali dari Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah (Malam Paskah), sampai Minggu Paskah.

“Khusus untuk prosesi Minggu Palma pada pukul 07.00 pagi akan diawali dengan ibadat di area Selepan (penggilingan padi) Makmur Murukan. Kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan menuju Gereja Wedi. Sehingga kami mohon ijin menginformasikan kepada warga terlebih dulu untuk menggunakan sejenak jalan dari Selepan Makmur sampai Gereja Wedi. Dan juga beberapa kegiatan yang mungkin akan berlangsung sampai larut malam. Untuk itu, mohon kami dimaklumi,” katanya.

Sedang Pastor Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr mengucapkan terima kasih kepada Muspika Kecamatan Wedi, Pemerintah Desa Gadungan, Pemerintah Desa Kalitengah, dan warga sekitar Gereja Paroki Wedi atas persaudaraan, kebersamaan, kerukunan yang telah terjalin dalam kehidupan di masyarakat selama ini.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada warga Dukuh Beku, Mlayan, Jeronboto dan Ngrahu yang telah berkenan memberikan dukungan doa kepada kami, yang ditandai dengan kehadiran tamu undangan yang sungguh luar biasa ini. Ini sungguh menggembirakan, karena di sini ada sukacita. Terima kasih atas keterlibatan warga sekitar gereja yang telah membantu keamanan dan ketertiban dalam seluruh proses rangkaian Perayaan Pekan Suci yang selama ini telah terjalin. Seperti pengamanan kendaraan umat. Persaudaraan yang telah terjalin ini perlu kita jaga dan kita tingkatkan,” ujar rama.

Pastor Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr (kiri) memberikan potongan tumpeng kepada Ketua Panitia Paskah Paroki Wedi, FX Agus Nugroho pada acara Kenduri Paskah yang digelar di Balai Mandala Gereja Paroki Wedi pada Rabu (9/4/2025) malam.

Sementara itu Kepala Desa Gadungan Amirudin menyatakan, selama ini, toleransi antar umat beragama di Desa Gadungan dan sekitarnya telah terjalin dengan baik. Seperti keberadaan antara Wisma Yatim Muhammadiyah Wedi dan Gereja Paroki Wedi ini.

“Ketika ada agenda kegiatan di Wisma Yatim, maka Wisma Yatim dapat menggunakan fasilitas (halaman) Gereja Wedi. Dan ketika Paroki Wedi ada momen perayaan, maka Paroki dapat menggunakan fasilitas Wisma Yatim. Selama ini, toleransi sudah terjalin dengan baik, dan hal ini perlu terus kita jaga,” pesan Kades.

Terkait, Camat Wedi Widaya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Wedi yang telah menjaga kerukunan dan mewujudkan Tri Kerukunan Umat Beragama, yaitu kerukunan umat di intern agama, kerukunan umat antar agama, dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah.

“Sebagai contoh sederhana adalah acara Kenduri Paskah ini. Ini merupakan upaya untuk menjaga kerukunan, persaudaraan, dan toleransi. Hal-hal yang baik ini perlu dijaga dan ditingkatkan,” harap Camat.

Pesan penting dari Kenduri Paskah ini bahwa kebersamaan dan pelayanan itu bisa tumbuh dari hal-hal sederhana, seperti berkumpul dan saling menyapa. Kenduri Paskah ini jadi pengingat bahwa merayakan iman juga berarti membangun hubungan persaudaraan dengan sesama.

Pos terkait