Monday, 23 Nov 2020


Memancing Di Waduk Sermo Kulon Progo, Tantangan Tersendiri Bagi Pemancing Mania

Warga rela memancing dengan setengah badan berada di air untuk mendapatkan ikan di Waduk Sermo.

WartaKita.org – Waduk Sermo yang berada di Dusun Sermo Lor, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo ini menyimpan sumber pangan bagi warga sekitar.

Di waduk yang diresmikan pada 20 November 1996 ini terdapat banyak jenis ikan air tawar. Seperti ikan nila, tawes, red devil, dan masih banyak lagi.

Warga di sana mencari ikan dengan berbagai cara. Mulai dari memancing secara tradisional, menjala, menembak, dan lainnya.

Masyarakat setempat memanfaatkan ikan tersebut untuk lauk makan saja. Bukan sebagai pekerjaan. Karena pekerjaan utama mereka bukan sebagai nelayan, tetapi menjadi peternak dan petani.

Tak hanya masyarakat lokal yang menikmati hasil ikan dari Waduk Sermo. Tetapi banyak juga pemancing yang datang dari berbagai daerah di DIY dan Jawa Tengah.

Banyak komunitas pemancing dari berbagai daerah yang datang untuk mencoba sensasi mancing di Waduk Sermo.

Mereka biasanya datang dan bermalam di waduk, dan membangun tenda di spot-spot perkemahan di sekitaran Waduk Sermo.

Ternyata, ada acara memancing yang unik yang dilakukan warga sekitar Waduk Sermo. Mereka memancing dengan setengah badan berada di air. Tujuannya untuk menjangkau mata pancing agar lebih ke tengah.

Mereka memancing dengan umpan lumut air yang banyak ditemui di pingiran kali. Sasaran utama mereka yaitu ikan nila.

“Saya memancing ikan hanya untuk tambah lauk saja. Bukan untuk dijual. Karena mancing di sini bisa dibilang gampang-gampang susah. Jika kita ingin dapat ikan banyak, maka mancingnya harus ke tengah. Tetapi itu juga berisiko. Kita bisa tenggelam, karena waduknya dalam,” kata Wanto, pemancing yang juga warga sekitar, Selasa (15/9/2020).

Meski begitu, Waduk Sermo tetap menarik bagi para pemancing mania. Karena banyak juga pengunjung yang jauh-jauh dari Kota Jogja yang datang ke Waduk Sermo untuk bermalam sambil memancing di sana. (Gregorius Ivan Haryanto, mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta Program Studi Public Relations/ls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *