Manfaatkan Lahan “Rawa”, Petani Milenial Demakijo Dan P4S Tanam Melon Dan Semangka

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo berfoto bersama petani milenial Demakijo dan P4S petani milenial dan P4S pada Senin (4/8/2025).

WartaKita.org – Upaya yang dilakukan petani milenial Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten dan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) ini layak diapresiasi.

Dengan penuh kesabaran dan keuletan, mereka memanfaatkan lahan yang dulunya seperti “rawa” untuk ditanami melon dan semangka.

Bacaan Lainnya

Hal ini nampak saat seremonial penanaman semangka non-biji sistem irigasi tetes yang dilakukan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama pihak terkait di Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko pada Senin (4/8/2025).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Iwan Kurniawan dan jajaran, Camat Karangnongko Erni Kusumawati, Kepala Desa (Kades) Demakijo Eri Karyatno bersama perangkat desa, petani milenial Demakijo dan P4S.

Kepala Desa Demakijo, Eri Karyatno mengatakan, lahan yang dimanfaatkan oleh petani milenial dan P4S untuk menanam melon dan semangka ini seluas 2 hektar. Sedangkan untuk tanaman padi Rojolele seluas setengah hektar.

“Dulunya ini semua adalah lahan non-produktif dan tidak bisa ditanami. Lahan ini tanah kas desa, seperti rawa dan keluar terus airnya. Kemudian diurug dan ditanami oleh teman-teman petani milenial dan P4S,” ujarnya.

Eri Karyatno menyatakan, petani milenial di Desa Demakijo ini ada 22 orang, yang berumur 20 hingga 35 tahun.

“Petani milenial Demakijo dibentuk tahun 2020. Sedangkan P4S dibentuk beberapa tahun lalu,” katanya.

Apa yang dilakukan petani milenial dan P4S ini diapresiasi oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Apalagi kalau melihat minimnya generasi muda yang berminat terjun ke sawah.

“Permasalahan yang kita alami di bidang pertanian itu diantaranya adalah minimnya generasi muda yang berminat terjun ke sawah. Padahal, lahan pertanian di Kabupaten Klaten cukup luas. Tinggal bagaimana lahan yang mangkrak itu bisa dimanfaatkan oleh petani. Luas lahan kita luar biasa, masih cukup. Maka harapannya, generasi muda kita bisa lebih dekat lagi dengan dunia pertanian,” harap bupati.

Hamenang mengemukakan, permasalahan lain adalah terkait branding.

“Berbicara beras, dulu Kabupaten Klaten pernah berjaya dengan beras Rojolele Delanggu. Ke depan, bagaimana Klaten bisa menyuarakan beras Rojolele Srinar dan Srinuk untuk dijual. Tetapi kita fokus pada swasembada di Klaten dulu, baru bisa berjualan,” jelas bupati.

Mantan Ketua DPRD Klaten itu menambahkan, ke depan terdapat tantangan besar berkaitan ketahanan pangan.

“Kalau permasalahan besar pertanian bisa diselesaikan, insya Allah kita lebih siap dalam ketahanan pangan. Nantinya, dengan didukung petani milenial di Desa Demakijo yang sudah berjalan saat ini, bisa gethok tular untuk petani milenial di tempat lain,” ucap bupati.

Usai menanam semangka, acara dilanjutkan dengan forum dialog antara petani milenial dan P4S dengan Bupati Hamenang Wajar Ismoyo di perkebunan pisang di dekat lokasi penanaman semangka.

Pos terkait