PANDEMI Covid-19 menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat.
Karena virus corona ini berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Banyak pihak yang dirugikan. Dan banyak perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan, sehingga harus mengurangi karyawan ( PHK) secara besar-besaran.
Untuk mengurangi penularan covid-19, maka kegiatan belajar mengajar diganti dengan model daring atau online. Dengan demikian, para siswa atau mahasiswa belajar dengan menggunakan media yang sudah ditentukan oleh lembaga pendidikannya.
Para mahasiswa tingkat awal juga merasakan dampak dari kebijakan kuliah online ini. Mereka sangat keteteran dengan metode daring ini. Karena mahasiswa belum tentu paham 100 persen dengan materi yang diberikan para dosen.
Banyak hal yang perlu dijelaskan secara rinci dengan penjelasan yang mudah dipahami. Banyak tugas atau materi yang harus dilakukan dengan tindakan, contohnya mata kuliah desain grafis. Dan ada mata kuliah yang harus keluar rumah seperti fotografi.
Dalam kuliah daring, seringkali dosen hanya memberi tugas dan materi saja, tanpa dijelaskan secara rinci. Tentu saja ini sangat tidak efektif dalam belajar mengajar. Karena tidak ada dialog timbal balik antara pemberi dan penerima materi.
Kuliah daring memerlukan paket data atau kuota yang harus dipenuhi setiap hari agar tetap dapat mengikuti kuliah sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan. Hal ini membuat sejumlah mahasiswa “resah” dan harus berpikir keras. Karena selain harus tetap sehat, mahasiswa juga dituntut untuk tetap memiliki kuota yang memadai.
Padahal di sisi lain, orangtua dari mahasiswa juga mengeluh karena pengeluaran lebih banyak daripada pendapatan yang diperoleh di masa pandemi Covid-19 ini. Apalagi bagi orangtua yang bekerja sebagai buruh lepas dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Ini membuat mahasiswa harus benar- benar bisa menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada.
Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat aktifitas mahasiswa terhambat. Karena mereka tidak bisa beraktivitas di luar rumah, tidak bisa berkumpul dengan orang banyak, dan tidak bisa bertemu dengan keluarga.
Dengan banyaknya dampak yang ada, maka Pemerintah memberi fasilitas atau bantuan kepada masyarakat. Misalnya dengan memberi token listrik gratis dari PLN dan memberi beasiswa bagi mahasiswa yang dananya terhalang oleh pandemi Covid-19. Bantuan itu dirasa sangat bermanfaat bagi masyarakat dan mahasiswa.
Agar kegiatan belajar mengajar menjadi efektif, maka alangkah baiknya jika dosen menerangkan terlebih dulu dan memberi arahan supaya mahasiswa paham. Bisa juga dengan memberikan kuis untuk mengetahui paham atau tidaknya mahasiswa. Dan untuk kuliah yang melibatkan praktek, alangkah baiknya bila dilakukan dengan tatap muka jika keadaan memungkinkan atau memberikan tutorial di youtube dan semacamnya.










