Luruskan Sejarah, Perda Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah Diubah

Sosialisasi Non Perda yang diadakan Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno di Warung Makan Berkah Desa Jomboran pada Kamis (10/8/2023) malam.

WartaKita.org – Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno menggelar Sosialisasi Non Perda yang mengusung tema “Membangun Peradaban Gotong Royong” di Warung Makan Berkah Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten pada Kamis (10/8/2023) malam.

Stephanus Sukirno menyampaikan, untuk meluruskan sejarah mengenai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, maka Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 7 Tahun 2004 yang menetapkan bahwa tanggal  15 Agustus 1950 sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah diubah.

Bacaan Lainnya

Selama ini peringatan Hari Jadi Jawa Tengah mengacu pada Undang Undang Nomor 10 Tahun 1950 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 31 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Tengah yang mulai berlaku 15 Agustus 1950.

“Perubahan Perda Nomor 7 Tahun 2004 ini untuk meluruskan sejarah. Selain itu, juga untuk menghormati orang-orang yang pernah berjasa bagi Jawa Tengah, yaitu para gubernur dari setelah proklamasi sampai 15 Agustus 1950. Seperti Raden Pandji Soeroso (5 September 1945 – 12 Oktober 1945), KRT Mr Wongsonegoro (13 September 1945 – 4 Agustus 1949), dan R Boedijono (1949 – 1954). Sebab kalau mengacu Perda Nomor 7 Tahun 2004, maka para Gubernur sebelum 15 Agustus 1950 itu tidak diakui sebagai Gubernur Jawa Tengah,” katanya.

Mantan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang ini menyatakan, penetapan Hari Jadi Jateng dalam Perda Provinsi Jawa Tengah pada dasarnya merupakan pengakuan terhadap awal mula serta kelangsungan perkembangan dan perubahan ketatanegaraan.

“Hari Jadi merupakan tonggak sejarah atau tetengger simbolik dimulainya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang perlu ditetapkan dan dapat diperingati sebagai momentum bersejarah dalam rangka mewujudkan harapan positif bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Sedang Anggota DPRD Kabupaten Klaten dari Fraksi PDI Perjuangan, Widodo Gendut menyambut baik Sosialisasi Non Perda yang diadakan di Desa Jomboran ini.

“Sesuai dengan tema sosialisasi ini, yaitu Membangun Peradaban Gotong Royong, maka saya mengajak semuanya untuk bergotong royong menyukseskan Pemilu 2024. Ojo pedhot oyot,” tandas Komandan Te Bintang 2 ini.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Jomboran, Agung Widodo berharap, kegiatan Sosialisasi Non Perda ini dapat menambah wawasan bagi warga.

“Dari dulu itu, saya memang mengidolakan Bung Karno. Karena ide dan spiritnya yang luar biasa. Maka saya sering pakai jaket atau baju bercorak Bung Karno. Terima kasih Pak Sukirno yang telah mengadakan Sosialisasi Non Perda di Desa Jomboran ini. Semoga bisa bermanfaat untuk semuanya,” harapnya.

Pos terkait