Lindungi Tenaga Medis Dan Warga, Paroki Cawas Bagikan 1.765 Face Protect dan Masker

(1) Pembagian face protect ke RS Cakra Husada Klaten.

WartaKita.org – Para tenaga medis mengalami kesulitan untuk mendapatkan alat pelindung diri (APD) saat pandemi covid-19 atau virus corona mulai merebak.

Hal ini juga dialami Antik Kristianti, seorang Bidan Desa yang bertugas di Puskesmas Cawas I, Kabupaten Klaten.

Bacaan Lainnya

Dia dan juga rekan-rekannya mengeluhkan kurangnya alat pelindung diri untuk tenaga medis. Padahal mereka adalah para tenaga medis yang langsung berhadapan dengan pasien.

Hal serupa juga dialami FR Sartono, petugas laboratorium di Puskesmas Weru, Kabupaten Sukoharjo.

“Keprihatinan” itu kemudian disampaikan kepada Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Paroki Santa Maria Assumpta Cawas, Kavupaten Klaten. Maka Tim URC Paroki Cawas memutuskan untuk membuat face protect bagi para tenaga medis tersebut.

Karena itu, Tim URC kemudian membentuk tim yang membuat face protect. Ada sekitar 10 orang yang bekerja secara marathon untuk membuat APD itu.

Lidia Nita, salah satu anggota tim pembuat face protect mengaku senang bisa terlibat membantu para tenaga medis. Karena merekalah yang langsung berhubungan dengan pasien.

Begitu pula yang diungkapkan Tri Budiati. Di sela-sela tugasnya sebagai pengajar, dia masih meluangkan waktu untuk membantu tim membuat face protect.

“Kita ingin menunjukkan bahwa mereka yang bekerja di garda depan penanggulangan covid-19 itu tidak bekerja sendirian. Kami ikut mendukung semampu kami,” katanya.

Sedang Kabid Kemasyarakatan Paroki Cawas Isworo Rini yang membawahi Tim URC ini mengatakan, pihaknya bergerak cepat untuk belajar bagaimana membuat face protect. Kemudian mereka mengumpulkan dana dan tenaga untuk bersama-sama mewujudkan barang itu dan lalu didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan.

“Kami mengirim face protect ke empat rumah sakit di Klaten, serta 17 Puskesmas di Klaten dan Sukoharjo. Sebenarnya kami fokus membantu Puskesmas dan rumah sakit terdekat yang sangat membutuhkan face protect. Tetapi kami juga melayani pengiriman ke Surabaya, Ketapang (Kalimantan Barat), Sibolga (Sumatera Utara) dan Bekasi. Kami sudah dua tahap ini mengirim face protect. Sudah ada 1.765 face protect yang kami kirim ke mana-mana,” paparnya

Apa yang dilakukan umat Paroki Cawas ini ditanggapi positif oleh Bidan Desa Puskesmas Cawas I, Antik Kristianti. Dia merasa sangat terbantu dengan adanya face protect ini.

“Kami berterima kasih atas kepedulian umat Paroki Cawas yang memberi kami face protect ini. Kami kadang takut dan khawatir. Tetapi dengan dukungan umat ini, kami merasa terus bersemangat untuk melayani orang-orang yang sakit,” ucapnya.

Penyerahan bantuan masker kain ke warga RT 12 Brangkal.

Sementara itu Pastor Paroki Santa Maria Assumpta Cawas Rama Alexander Joko Purwanto, Pr menyampaikan, dirinya mendorong umat untuk mewujudkan ajaran Kristus yakni tentang cinta kasih.

Menurutnya, masa ini adalah saat yang tepat untuk mewujudkan ajaran Kristus itu. Wabah ini menimpa semua lapisan masyarakat. Maka umat Paroki Cawas harus membantu semua orang tanpa membeda-bedakan agama, golongan, etnis, status ataupun apa latar belakangnya.

“Kita semua saudara sebangsa dan setanah air. Kami bantu ke teman-teman Banser NU yang jadi relawan. Kami sumbang ke Rumah Sakit Islam. Tidak masalah, karena ajaran cinta kasih itu untuk semua orang,” ujarnya

Rama Joko juga menambahkan, selain pelindung wajah, Paroki Cawas juga membagikan handsanitizer dan masker kepada warga sekitar.

“Kebetulan kami mendapat bantuan dari beberapa donatur. Maka kami wujudkan dalam bentuk masker dan handsanitizer. Karena kami hidup bersama di tengah kampung, maka kami ingin berbagi bersama dengan warga sekitar. Kami sumbangkan masker sejumlah 200 buah yang terbuat dari kain kepada warga RT di sekitar Gereja Cawas,” tuturnya.

Ketua RT 12 Brangkal, Desa Barepan, H Triyatmo menerima sumbangan masker tersebut dengan senang hati.

“Terima kasih kepada rama dan seluruh umat Katolik di Cawas yang telah membantu warga dengan sumbangan masker ini. Semoga wilayah kita tetap zona hijau, karena warganya patuh dan taat mengikuti anjuran Pemerintah untuk hidup bersih dan tidak pergi kemana-mana,” ujarnya.

Hal yang lain disampaikan Sukono, tokoh masyarakat di kampung tersebut.

”Inilah Indonesia ya Rama. Hidup rukun dan damai di antara semua warga. Rasanya ayem tentrem kalau kita hidup saling rukun dan peduli. Kami juga berterima kasih karena Rama Joko yang sering hadir dalam rapat-rapat di RT 12 ini. Kita berharap, semoga covid-19 ini segera berakhir dan warga bisa hidup normal kembali,” harapnya.

Pos terkait

1 Komentar

Komentar ditutup.