Lestarikan Seni Budaya, Pemdes Barepan Gelar Festival Gejog Lesung, Diikuti 11 Tim

Kepala Desa Barepan Irmawan Andriyanto dan Camat Cawas Joko Purwanto berfoto bersama salah satu tim peserta Festival Gejog Lesung.

WartaKita.org – Pemerintah Desa (Pemdes) Barepan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten kembali menggelar Festival Gejog Lesung yang diadakan di balai desa setempat pada Minggu (25/7/2025).

Ada 11 tim dari 11 RW di Desa Barepan yang mengikuti Festival Gejog Lesung ini.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa (Kades) Barepan Irmawan Andriyanto menyampaikan, Festival Gejog Lesung ini menjadi momen tahunan yang digelar oleh Pemerintah Desa Barepan. Dan tahun ini merupakan yang ke enam kalinya.

“Festival Gejog Lesung ini kita adakan setiap tahun. Tujuannya untuk mempererat persaudaraan serta melestarikan seni budaya leluhur yang menjadi identitas desa kita. Kita juga ingin memperkenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda, terutama anak-anak sekolah,” katanya.

Irmawan Andriyanto menyatakan, kesenian gejog lesung tumbuh dan berkembang di Desa Barepan sampai sekarang. Semua RW di Desa Barepan mempunyai grup atau kelompok gejog lesung. Bahkan, ada RW yang mempunyai lebih dari satu grup gejog lesung.

“Desa Barepan mempunyai identitas, salah satunya gejog lesung. Ini yang kita angkat menjadi ikon desa. Kami terus mendorong agar regenerasi terus berjalan. Anak-anak muda kita libatkan, agar budaya bangsa berupa seni gejog lesung ini tetap terjaga. Tak hanya menjadi tontonan, gejog lesung telah menjadi bagian dari keseharian warga Barepan. Bahkan kerap dijadikan hiburan dalam acara hajatan warga,” tandasnya.

Sedang Camat Cawas Joko Purwanto yang turut hadir dalam Festival Gejog Lesung ini memberikan apresiasi terhadap gelaran seni tersebut.

Ia menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.

“Gejog lesung ini adalah budaya Jawa, budaya kita semua. Maka harus kita uri-uri, kita tanamkan pada generasi muda. Jangan sampai budaya seperti ini hilang dan justru diakui oleh negara lain,” tegasnya.

Salah satu penampilan tim peserta Festival Gejog Lesung Desa Barepan.

Sementara itu, Wardhani Pramu Dita (13), salah satu pemain gejog lesung mengaku senang bisa ikut tampil di Festival Gejog Lesung ini.

“Rasanya seneng banget, seru, dan bahagia, karena saya bisa tampil di festival dan ikut nguri-uri seni budaya. Saya nggak ada kesulitan saat memainkan gejog lesung tadi. Kami latihan persiapan selama dua minggu. Pas latihan, yang menjadi kendala adalah saat mengambil nada. Tapi tadi kita bisa main bagus. Pokoknya seneng,” ucapnya.

Untuk diketahui, ada sejumlah peraturan dalam Festival Gejog Lesung kali ini. Peraturannya, semua tim wajib memainkan dua lagu, yaitu lagu wajib (Lesung Barepan) dan lagu bebas. Sedang durasi waktu penampilan adalah 10 menit untuk dua lagu. Adapun kriteria penilaian adalah keselarasan, vocal, dan penampilan.

Festival Gejog Lesung ini diikuti 11 tim, yaitu Laras Budaya, Guyub Warga, Sawung Galing, Merak Api, Sekar Tanjung, Simphony Kids, Ngudi Laras, Cipta Suara, Sekar Langit, Tanjung Jaya dan Guyup Rukun.

Seluruh tim gejog lesung tampil memukau dalam festival tersebut. Alunan ritmis dari lesung dan alu berpadu dengan nyanyian serta gerakan tradisional yang khas, menciptakan suasana yang sarat nilai budaya dan kekeluargaan.

Festival Gejog Lesung ini bukan sekadar hiburan, namun menjadi ruang edukasi dan pernyataan jati diri desa yang kuat terhadap warisan tradisi. Dengan semangat kebersamaan dan pelibatan generasi muda, Barepan bertekad menjadikan gejog lesung sebagai denyut budaya yang terus hidup dari masa ke masa.

Pos terkait