Konsisten Ingin Perbaiki Negeri, Henry Indraguna Siap Lawan Money Politic

Henry Indraguna saat panen padi di Desa Trasan, beberapa waktu lalu.

WartaKita.org – Dalam perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) seringkali warga dihadapkan dengan “penyakit” negeri ini yaitu money politic.

Pernyataan ini disampaikan  Calon Anggota DPR RI dari Partai Perindo KRAT Henry Indraguna kepada media, belum lama ini.

Bacaan Lainnya

“Hanya untuk mendapatkan suara rakyat, para oknum berupaya dengan mendata pemilih, mengumpulkan KK (Kartu Keluarga), KTP (Kartu Tanda Penduduk), memberikan uang atau hadiah dan lain-lain untuk “memperjualbelikan” suara rakyat,” katanya.

Calon Legislatif (Caleg) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V ini menyatakan, hal ini merupakan cara-cara politik yang “tidak bermartabat” dan “tidak bermoral”. Karena telah “merampas “ kedaulatan politik rakyat dan melanggar norma dan etika, serta ajaran agama.

“Sudah seringkali kontestasi politik melahirkan pemimpin dan wakil rakyat dengan cara-cara money politic. Dan hasilnya, setelah mereka jadi, mereka “tidak amanah”, rakyat kecewa, dan sebagainya. Dan beberapa dari mereka sudah tersangka korupsi oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” ujarnya.

Melihat fenomena itu, Caleg Partai Perindo nomor urut 1 ini pun bertanya: Apakah mau diulangi lagi? Lalu sampai kapan?

“Menghadapi fenomena ini, maka ada 2 pilihan sikap dalam menghadapi kontestasi Pemilu saat ini. Pertama, kita menjadi bagian dari memperbaiki negeri ini. Atau kedua, kita menjadi bagian dari merusak negeri ini,” ungkapnya.

Pengacara kondang ini mengatakan, berdasarkan pengamatan di lapangan, nampaknya bagian dari oknum-oknum yang merusak negeri ini jumlahnya lumayan banyak. Dan anehnya, jika diamati langsung di lapangan, ada indikasi bahwa sebagian besar oknum Caleg juga berlomba-lomba untuk merusak negeri ini.

“Ini yang membuat kita miris, dan ngelus dada. Karena ini tidak selaras dengan “Revolusi Mental” yang digembor-gemborkan oleh Pemerintah saat ini,” ucapnya.

Oleh karena itu, Bendahara Umum Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini bertekad dan komitmen untuk bersikap konsisten pada jalur barisan guna memperbaiki negeri ini dengan memilih jalan melawan money politic.

Pos terkait