WartaKita.org – Kodim 0723/Klaten menggelar Pembinaan Wawasan Kebangsaan Triwulan I Tahun Anggaran 2021 dengan tema “Mewujudkan Binter TNI AD yang adaptif melalui kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan guna membentuk masyarakat yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan” di Aula Makodim 0723/Klaten, Kamis (8/4/2021).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0723/Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo dan juga Kasdim 0723/Klaten Mayor Inf Ustadi Rahmad. Selain itu juga turut mendampingi, Pasi Intel Kodim/0723 Klaten Kapten CZI Mujiyanto, Plh Pasi Pers Kapten Arh Suparno, dan Pasi Ter Lettu Arh Warsana.
Wawasan kebangsaan diterima oleh Guru SD Negeri 2 Klaten Tri Maryani, Guru SD Negeri 1 Klaten Siska Kusuma Dewi, Guru SMA Negeri 1 Klaten Sugiharta, Guru SMP Negeri 2 Klaten Sri Suwardi, dan Pramuka MAN 2 Klaten Lusiana Fatma, beserta perwakilan murid dari masing-masing sekolah.
Komandan Kodim 0723/Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo dalam sambutan mengajak para guru dan murid untuk bisa mengenali diri dan lingkungan, sehingga dapat mengetahui jati diri masing-masing perorangan.
Dandim Klaten menyatakan, Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan kebudayaan. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara yang beragama, tetapi bukan negara agama. Dan ideologi Pancasila merupakan kesepakatan bangsa dan Negara.
“Generasi penerus bangsa harus mengetahui perkembangan situasi dan informasi. Jangan sampai lupa dengan ideologi Pancasila,” katanya.
Terkait dengan komponen cadangan (Komcad), Dandim Klaten menerangkan, dimulai tahun ini, Indonesia akan merekrut sebanyak 3.500 warga untuk masuk dalam komponen cadangan militer. Sedang Kodim 0723/Klaten akan merekrut 100 orang.
Sementara itu Plh Pasi Pers Kodim 0723/Klaten Kapten Arh Suparno dalam menyampaikan materi menjelaskan bahwa Proxy War adalah perang digital. Dimana salah satu pihak menggunakan pihak ketiga atau kelompok lain untuk berperang melalui berbagai aspek (yaitu IPOLESOSBUDHANKAM) dan aspek lainnya.
“Sedangkan radikal itu adalah suatu faham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pemberdayaan sosial politik dengan cara kekerasan. Inti tindakan radikalisme adalah sikap dan tindakan kelompok tertentu yang menginginkan perubahan yang diinginkannya,” terangnya.
Kegiataan wawasan kebangsaan yang dilakukan Kodim 0723/Klaten ini untuk memberikan pemahaman tentang ideologi Pancasila dan bahaya radikalisme.









