KH Maimun Zubair: Warga NU Harus Cinta Kepada Bangsa

Acara Istighosah Kubro dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Nahdhatul Ulama ke 96 di Alun-Alun Klaten, Rabu (3/4/2019).

WartaKita.org – Warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) harus cinta kepada bangsa. Karena itu, warga NU harus menjaga ukhuwah wathaniyah (persaudaraan warga bangsa), selain menjaga ukhuwah islamiyah (persaudaraan umat Islam) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia).

Ajakan ini disampaikan Mustasyar (penasehat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimun Zubair pada acara Istighosah Kubro dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Nahdhatul Ulama ke 96 di Alun-Alun Klaten, Rabu (3/4/2019).

Bacaan Lainnya

“Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang dapat menyatukan negara-negara di Benua Asia dan Afrika melalui Konferensi Asia Afrika. Indonesia merupakan sebuah bangsa yang dapat mempersatukan berbagai suku bangsa di Indonesia, dan memiliki penduduk muslim yang terbesar di dunia. Maka, warga NU harus mencintai bangsanya. Warga NU harus tetap menjaga tegaknya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” katanya.

Pimpinan Ponpes Al Anwar Rembang ini menyatakan, Indonesia tidak perlu berubah menjadi negara Islam. Karena Indonesia merupakan sebuah bangsa yang terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, agama yang bersatu menjadi satu negara dan satu tanah air yaitu Indonesia.

“Kalau ada yang menginginkan negara Indonesia menjadi negara khilafah, maka dia pasti tidak tahu tentang sejarah bangsa ini,” ujarnya.

Sedang Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Klaten H Mujiburrahman mengatakan, NU adalah pemegang kebenaran dalam hal agama dan dalam kebangsaan. Untuk itu, sebagai warga NU harus menyebarkan kebenaran NU di tengah masyarakat baik, melalui peranan agama maupun sosial.

“Warga NU harus yakin akan kebenaran ajaran NU. Sebab, NU memiliki saham terbesar dalam berdirinya bangsa Indonesia ini,” tegasnya.

Mujiburrahman mengharapkan agar warga NU aktif dalam jami’ah NU baik di tingkat Anak Ranting, Ranting, Musyawarah Wakil Cabang (MWC) maupun Cabang. Karena NU bertanggung jawab atas kelangsungan bangsa Indonesia dengan berdasarkan pada Pancasila dan Ahlussunah wal Jama’ah.

“Apabila kita solid, maka kita dapat menentukan arah kebijakan di negara ini dengan cara Nahdhatul Ulama,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Klaten Hj Sri Mulyani menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PCNU Kabupaten Klaten yang telah menyelenggarakan kegiatan Istighosah Kubro dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Nahdhatul Ulama ke 96 ini.

“Semoga dengan adanya Istighosah Kubro di Kabupaten Klaten ini dapat membawa keberkahan untuk masyarakat Kabupaten Klaten. Pada kesempatan ini, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Klaten, saya mengucapkan selamat Hari Lahir NU yang ke 96,” ucapnya.

Istighosah Kubro dalam rangka Harlah Nahdlatul Ulama ke 96 ini mengusung tema “Untuk Keselamatan Bangsa dan Negara Menuju Kejayaan NKRI dan Pancasila”. Istighosah Kubro dihadiri sekitar 38.000 orang.

Acara Istighosah Kubro diisi dengan pembacaan Al Qur’anul Karim dan Khotmil Qur’an yang dipimpin oleh K Asmuni Fatah Al Hafidz, pembacaan Dzikir tahlil dan Qiroatil Qur’an dipimpin oleh KH Nasrun Minallah, pembacaan Maulidur Rasul dipimpin oleh Habib Rifqi Al Jaelani, dan pembacaan Istighotsah oleh KH Nawawi Syafi’i.

Selanjutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubanul Wathon, Mars NU, dan Mars Banser. Kemudian sambutan Ketua PCNU Klaten H Mujiburrahman, sambutan Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, penampilan Hadroh dari Polwan Polres Klaten, dan sambutan Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi.

Setelah itu, Mauidhoh Hasanah dan doa oleh KH Maimun Zubair, serta hiburan dan pengundian doorprize.

Pos terkait