WartaKita.org – Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Klaten mengadakan kegiatan penyerahan simbolis klaim jaminan kematian dan bukti kepesertaan pekerja wanita di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Selasa (26/4/2022) sore.
Pada kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten menyerahkan secara simbolis klaim jaminan kematian peserta atas nama Riyanto kepada ahli warisnya (anak) Dani Bayu Megantara dan menyerahkan bukti kepesertaan kepada 447 pekerja wanita di Desa Wunut.
Kepala Desa (Kades) Wunut, Iwan Sulistiya Setiawan menyampaikan, sampai saat ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Wunut telah mendaftarkan 1.165 warganya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Mereka yang didaftarkan itu dari unsur Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua RW, Ketua RT, dan kepala keluarga.
“Dan sore ini (Selasa, 26/4/2022) kita mendaftarkan sebanyak 447 pekerja wanita. Terdiri dari 413 peserta bukan penerima upah (BPU) dan 34 penerima upah (PU). Peserta BPU ini adalah ibu-ibu pedagang, petani, dan sebagainya. Sedang peserta yang PU adalah ibu-ibu pengurus PKK dan ibu-ibu Posyandu,” katanya.
Kades Iwan Sulistiya Setiawan menyatakan, alasan Pemdes Wunut mendaftarkan warganya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan karena manfaatnya luar biasa. Mulai tahun 2020, Pemdes Wunut mendaftarkan Perangkat Desanya untuk ikut program jaminan kematian, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua dan jaminan pensiun. Sedang untuk warga diikutkan dalam program jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja.
“Manfaat yang kita rasakan luar biasa. Ketika ada warga yang meninggal dan kita ikutkan BPJS Ketenagakerjaan, nantinya ahli warisnya akan mendapatkan santunan Rp42 juta. Selama ini sudah ada klaim 15 peserta yang meninggal. Jadi kita mendapat total santunan kematian Rp630 juta. Sedangkan premi yang kita bayarkan tidak sebesar itu. Jadi sangat bermanfaat sekali dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan ini,” ujarnya.
Iwan menambahkan, sumber dana untuk membayar premi BPJS Ketenagakerjaan ini berasal dari pendapatan BUMDes Sumber Kamulyan yang dipimpin Saryanto dengan usahanya mengelola Umbul Pelem.
“Kita berencana, semua warga Desa Wunut yang sudah bekerja akan kita daftarkan (peserta BPJS Ketenagakerjaan). Karena kepala keluarga, istri kepala keluarga, dan warga yang punya usaha produktif sudah kita daftarkan. Semoga kita diberi kemampuan untuk membayar premi dari pendapatan BUMDes Sumber Kamulyan,” tandasnya.
Sedang Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten, Noviana Kartika Setyaningtyas mengapresiasi dan berterima kasih atas penambahan peserta BPJS Ketenagakerjaan dari Desa Wunut ini.
“Desa Wunut itu desa paling keren sak Klaten. Karena satu-satunya desa yang sudah mendaftarkan warga desanya yang sudah punya pekerjaan untuk mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. Kalau dulu warga desanya, sekarang ditambah perempuan pekerja,” ucapnya.

Noviana Kartika Setyaningtyas mengatakan, dari tahun 2020, BPJS Ketenagakerjaan Klaten sudah banyak membayarkan santunan kematian di Desa Wunut.
“Alhamdulilah, kita sudah banyak membayarkan santunan kematian di sini. Jadi nggak percuma ikut BPJS Ketenagakerjaan. Santunan kematian sebesar Rp42 juta kita berikan ke ahli warisnya,” terangnya.
Ovi menambahkan, sampai sekarang, peserta mandiri (BPU) BPJS Ketenagakerjaan di Klaten mencapai belasan ribu. Sedang peserta PU sudah tembus di angka 100 ribu lebih. Peserta PU ini biasanya dari sektor formal yaitu perusahaan, perkantoran, dan pabrik.
Menurutnya, yang paling susah menyentuh adalah peserta dari sektor informal. Karena kesadaran warga untuk mendapatkan perlindungan masih kurang.
“Saya berharap, apa yang dilakukan Desa Wunut itu bisa nular. Jadi tidak hanya Desa Wunut saja. Karena selama ini, di desa yang lain baru perangkat desanya. Belum sampai ke Ketua RW, Ketua RT, dan warganya,” ungkapnya.
Sementara itu Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tulung, Abdul Rohman menyambut baik langkah yang dilakukan Pemdes Wunut yang telah mendaftarkan warganya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami mengapresiasi (Pemdes Wunut). Ini langkah luar biasa. Pemdes Wunut punya terobosan, sehingga BUMDes-nya maju. Sehingga BUMDes mendapatkan pendapatan asli desa, yang bisa digunakan untuk membayar premi BPJS Ketenagakerjaan. Maka saya mengajak warga untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, ning ora sah diarep-arep gunane,” ucapnya. (L Sukamta)









