Kelola Sampah, Mahasiswa KKN Undip Ajari Warga Klangon Membuat Pupuk Organik Menggunakan Komposter Bag

Mahasiswa KKN Undip berfoto bersama Ibu PKK Dukuh Klangon usai kegiatan pembuatan pupuk kompos menggunakan komposter bag pada Sabtu (4/8/2024).

 WartaKita.org – Permasalahan sampah organik yang menumpuk di lingkungan sekitar menjadi perhatian serius.

Menanggapi hal ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip), Raina Maulinda menginisiasi program sosialisasi pengelolaan sampah organik dengan metode komposting menggunakan komposter bag di Dukuh Klangon, Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten pada Sabtu (4/8/2024).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini diikuti oleh 35 ibu PKK Dukuh Klangon.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis sampah organik yang sering ditemui di rumah tangga. Mulai dari sampah coklat seperti daun kering, serbuk gergaji, hingga sampah hijau seperti sisa sayuran dan buah-buahan. Selain itu, para peserta juga diajak untuk memahami definisi pupuk kompos serta manfaatnya bagi tanaman dan lingkungan.

“Pupuk kompos itu sangat bermanfaat. Selain bisa mengurangi volume sampah, juga bisa membuat tanaman kita lebih subur,” kata Raina.

Mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro ini menyampaikan, dalam pembuatan pupuk kompos ini ia menggunakan komposter bag, Karena komposter bag dinilai praktis dan mudah digunakan, sehingga cocok untuk diterapkan di rumah tangga.

Para peserta pun sangat antusias saat diberikan demonstrasi cara membuat kompos menggunakan komposter bag.

“Saya baru tahu kalau membuat kompos itu mudah sekali. Nanti saya akan coba buat di rumah,” ungkap salah satu ibu PKK Dukuh Klangon.

Tahapan demi tahapan pembuatan kompos, mulai dari pemilihan bahan, pencampuran, hingga proses pematangan dijelaskan secara rinci oleh Raina.

Suasana latihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos menggunakan komposter bag pada Sabtu (4/8/2024).

Pada kesempatan itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya jawab seputar pembuatan kompos.

Raina berharap, dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat Dukuh Klangon, khususnya para ibu PKK dapat lebih peduli terhadap lingkungan dan menerapkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, serta mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.

Pos terkait