WartaKita.org – Mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta sudah memulai kegiatan kuliah semester gasal tahun akademi 2020/2021 pada Senin (31/8/2020) lalu.
Namun karena Kota Yogyakarta masih dalam keadaan tanggap darurat Covid-19, maka pelaksanaan kuliah dilakukan secara online atau daring.
Kuliah online ini menggunakan berbagai aplikasi seperti whatsapp, google classroom, zoom, dan lainnya.
Waktu perkuliahan online juga sama seperti perkulihaan tatap muka. Dibagi menjadi 3 kali pertemuan sehari, yaitu pukul 07.30, 10.10, dan 13.00 WIB.
Sejumlah mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta mengeluhkan perkuliahan model online ini. Karena banyak kendala yang dialami oleh mahasiswa. Seperti sinyal yang buruk, keterbatasan kuota data, kekurangan sumber informasi seperti buku, dan lainnya. Meski begitu, mahasiswa harus atau wajib belajar.
Mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta, Widya menyatakan, sebenarnya, belajar online ini juga memiliki kelebihan. Karena mahasiswa dapat belajar tanpa batas, dimanapun dan kapanpun. Meskipun, juga ada banyak hambatan yang dialami oleh mahasiswa.
“Saya sendiri merasa “kurang puas” dengan penyampaian materi yang diberikan oleh dosen secara online. Karena tidak ada interaksi antara mahasiwa dan dosen secara nyata. Hal ini membuat penyerapan materi menjadi tidak maksimal bila dibandingkan secara tatap muka. Ditambah lagi, banyak kendala yang saya hadapi, seperti sinyal yang buruk dan terkadang tidak punya kuota. Sehingga membuat saya terkadang ketinggalan informasi di group,” ujarnya.









