WartaKita.org – Komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk mewujudkan One Day Service (pelayanan satu hari) kepada peserta terus diupayakan dan dibuktikan oleh Bimantoro Agency bpjamsostek.
Pada hari Minggu Pon (2/4/2023) sekira pukul 00.09 WIB, Agency Director Bimantoro Agency bpjamsostek, Bayu Wiwoho mendapat kabar dari Kepala Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Hermawan Kristanto bahwa ada salah satu warganya yang bernama Suhodo (63) meninggal dunia.
Dan pada keesokan harinya, BPJS Ketenagakerjaan melalui Bimantoro Agency bpjamsostek langsung menyerahkan santunan jaminan kematian kepada ahli warisnya.
“Ini adalah komitmen kami untuk mewujudkan One Day Service. Jam 00.09 pagi kami mendapat informasi dari Pak Lurah. Dan pada paginya kita serahkan santunan jaminan kematian secara simbolis. Semoga santunan jaminan kematian ini bermanfaat bagi keluarga atau ahli waris yang ditinggalkan almarhum,” kata Bayu Wiwoho.
Untuk diketahui, Suhodo meninggal pada Sabtu Pahing (1/4/2023) pukul 22.30 di Rumah Sakit PDHI Kalasan, Kabupaten Sleman. Jenazah warga Dukuh Karangasem, Desa Kemudo ini dimakamkan pada hari Minggu Pon (2/4/2023) pukul 10.00 di makam Dukuh Nganten, Desa Sanggrahan, Kecamatan Prambanan.
Santunan jaminan kematian secara simbolis diserahkan oleh Agency Director Bimantoro Agency bpjamsostek, Bayu Wiwoho kepada Kepala Desa Kemudo Hermawan Kristanto, dan kemudian diberikan kepada ahli waris almarhum.
Sementara itu Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kemudo, Suhardi atas nama Pemerintah Desa dan mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih atas pemberian santunan jaminan kematian kepada warga desanya itu.
“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan melalui Bimantoro Agency bpjamsostek. Program jaminan kematian dari BPJS Ketenegakerjaan ini sangat bagus. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dengan adanya santunan ini, semoga bisa membantu meringankan beban masyarakat yang sedang berduka,” ucapnya.
Suhardi menyatakan, karena kemanfaatan BPJS Ketenegakerjaan ini sudah dirasakan masyarakat, maka BPD dan Pemerintah Desa ingin agar seluruh warga Desa Kemudo yang sudah bekerja bisa masuk menjadi peserta BPJS Ketenegakerjaan.
“Kemarin yang ikut (BPJS Ketenegakerjaan), untuk sementara baru anggota BUMDes. Maka kedepan, harapannya, keluarganya juga bisa tercover. Misalnya, saya selaku kepala keluarga, maka istri saya nantinya bisa masuk. Kedepannya, bisa membawa (meng-cocer) keluarga. Karena program yang kita rencanakan kedepan, suami atau istri bisa masuk dalam program ini,” harapnya.
Suhardi menjelaskan, sampai saat ini sudah ada 1600 warga Desa Kemudo yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenegakerjaan. Padahal berdasarkan informasi dari Kepala Desa Kemudo, ada sekitar 4000 jumlah pekerja di desa ini. Karena itu harapannya, sebanyak 4000 pekerja ini bisa masuk menjadi peserta BPJS Ketenegakerjaan.
“Harapan kita pertama, ada 1600 peserta masuk dulu. Dan yang terdekat ini bisa masuk lagi sehingga menjadi 3600 peserta. Artinya, suami atau istri masuk dulu. Itu yang lebih mudah. Nah, baru kedepannya, untuk keluarganya. Kan jumlah 4.000 itu ada anak, dan sebagainya. Harapannya, semua warga yang sudah bekerja bisa masuk BPJS Ketenegakerjaan,” ungkapnya.
Ia menilai, BPJS Ketenegakerjaan telah memberikan kemanfaatan bagi pesertanya.
“Ibaratnya, masyarakat menerima dengan senang program BPJS Ketenegakerjaan ini. Alhamdulillah. Sekali lagi, terima kasih kepada BPJS Ketenegakerjaan, terima kasih kepada Bimantoro Agency bpjamsostek,” katanya.
Terkait, Bayu Wiwoho mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan amanah yang diberikan Pemerintah Desa dan BPD Kemudo kepada Bimantoro Agency bpjamsostek.









