WartaKita.org – Menjelang perayaan tradisi Sadranan pada bulan Ruwah ini, harga sejumlah sembako (sembilan bahan pokok) di pasar tradisional mengalami kenaikan. Karenanya, kenaikan harga sembako ini perlu dikendalikan oleh Pemerintah agar tidak terlalu memberatkan kehidupan masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan Anggota DPR RI dari Partai Golkar, Endang Srikarti Handayani pada acara pasar murah sembako di Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Senin (16/4/2018).
“Sekarang, harga-harga sembako di pasar sudah naik luar biasa. Bahkan, sudah ganti harga. Padahal, masyarakat sangat membutuhkan sembako ini. Karena itu, saya mengimbau kepada Pemerintah untuk mengawasi (memantau) harga di pasar, khususnya di pasar tradisional pada masa prepegan (ramai) seperti ini. Saya rasa, harga pasar perlu dievaluasi,” katanya.
Anggota Komisi VI DPR RI ini menyatakan, berdasarkan investigasi yang dilakukannya, kenaikan harga sembako saat ini sudah memberatkan rakyat. Karenanya, Pemerintah dan DPR perlu membantu meringankan beban hidup masyarakat akibat kenaikan harga sembako ini.
“Salah satu caranya dengan melalui pasar murah sembako ini. Karena sembako bisa menjadi bagian dari dialog, dari silaturahmi, dan untuk menyerap aspirasi rakyat,” ujarnya.
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jateng V (Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta) itu menjelaskan, pada pasar murah sembako hari itu, pihaknya menyediakan 4.000 paket sembako untuk dua desa di Kecamatan Selo, yaitu Desa Selo dan Lencoh.
“Dalam pada pasar murah sembako ini saya menggandeng dua BUMN (Badan Usaha Milik Negara), yaitu PT Pelindo III dan Bank Mandiri. Setiap paket sembako terdiri dari 5 Kg beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kg gula pasir,” terangnya.
Sedang Kepala Desa Selo Wiranto menyampaikan terima kasih kepada Endang Srikarti Handayani yang telah mengadakan pasar murah sembako di desa ini. Menurutnya, pasar murah sembako ini sangat membantu masyarakat yang akan mengadakan Sadranan pada bulan Ruwah ini.
“Kami bangga sekali dengan Bu Endang. Atase anggota DPR RI, isih kelingan lan gelem nggatekke kebutuhane masyarakate,” ucapnya.
Kades Wiranto mengatakan, mayoritas penduduknya bekerja sebagai peternak dan petani. Jumlah penduduk Selo sekitar 3.500 jiwa dengan 1.000-an kepala keluarga. Desa Selo terdiri dari 24 RT, 4 RW, dan 11 kampung atau dukuh.
“Di Desa Selo ada tradisi Sadranan setiap tanggal 21 (bulan) Ruwah. Pada saat Sadranan itu, setiap rumah akan menyediakan berbagai hidangan. Maka, warga Selo sangat terbantu dengan adanya pasar murah sembako ini,” paparnya.









