WartaKita.org – Momen Lebaran sepertinya menjadi berkah bagi para pelaku usaha camilan dan oleh-oleh.
Hal ini juga dirasakan oleh Jenang Ayu “Bu Sono” Pacing.
Menjelang Lebaran, usaha jenang ayu yang beralamat di Dukuh Pacing, Desa Pacing, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten ini kebanjiran permintaan. Bahkan, permintaan jenang ayu meningkat sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa.
Pengelola Jenang Ayu “Bu Sono” Pacing, Agung Nugroho, Sabtu (29/3/2025), menyampaikan, menjelang Lebaran ini, pihaknya sudah memaksimalkan produksi. Ini untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan dari konsumen.
“Selama (menjelang) Lebaran ini, alhamdulillah, persiapan kami sudah maksimal. Namun terkait tingkat pemesanan produksi (jenang ayu), prediksi kami agak menurun dari Lebaran tahun lalu. Karena biasanya, sebelum Lebaran itu, pesanan (jenang ayu) sudah banyak sekali. Tetapi pesanan Lebaran tahun ini (kelihatannya) tidak semaksimal tahun kemarin. Karena apa? Ya, mungkin dari kondisi ekonomi. Tetapi kita juga nggak tahu persis,” katanya.
Agung Nugroho menyatakan, meski begitu, Jenang Ayu “Bu Sono” Pacing tetap berproduksi maksimal, bahkan meningkat dibanding hari biasa.
“Kalau Lebaran tahun kemarin (produksi jenang ayu) meningkat 4 kali lipat dari hari biasa. Tetapi kalau Lebaran tahun ini meningkatnya 3 kali lipat dari biasanya. Kalau hari biasa itu kita memproduksi (jenang ayu) 1 kwintal. Tetapi untuk hari Lebaran ini bisa mencapai 4 kwintal. Saat ini kita melibatkan 15 pekerja. Ini maksimal. Kalau hari biasa, kita melibatkan sekitar 11 orang,” ujarnya.

Agung mengatakan, soal harga, Jenang Ayu “Bu Sono” Pacing mengikuti harga bahan baku.
“Untuk harga kami mengikuti harga bahan. Mau tidak mau, karena kami tidak mau mengurangi kualitas. Kalau harga bahan naik, kita terpaksa menaikkan harga jenangnya. Kemarin harga kelapa di hari biasa itu Rp5.000 dari pengepul. Sekarang sudah mencapai Rp10 ribu. Mau nggak mau karena bahan dasarnya kelapa. Makanya, terpaksa harganya kami naikkan,” ungkapnya.
Perangkat Desa Pacing itu menjelaskan, sebelum Lebaran, harga jenang ayu dari Rp38 ribu ke Rp40 ribu per kilo. Sekarang menjadi Rp45 ribu per kilo. Harga krasikan juga sama.
“Pembeli kami banyak dari lingkungan sekitar sini. Tetapi juga dari Jakarta, Tangerang, Jawa Timur, dan lain-lain. Bahkan, ada juga dari luar pulau Jawa, seperti ke Bengkulu. Ini dikirim lewat paket,” terangnya.

Sedang salah satu pelanggan, Jazuli mengemukakan, ia sering membeli produk Jenang Ayu “Bu Sono” Pacing karena sudah cocok dengan rasanya.
“Ini saya membeli peyek, ampyang, rasikan, dan jenang ayu. Alhamdulillah, saya sering membeli kalau ada perlu, ada acara apa. Saya beli di sini, karena sudah langganan. Sejak awal saya sudah beli di sini, (sudah) cocok rasane, sudah kenal sama mase (pemilik usaha) juga. Intinya, saya sudah nyaman, cocok rasane. Ini buat oleh-oleh ke rumah simbah di Sragen. Kita mau mudik ke Sragen, buat oleh-oleh untuk simbah,” ucap warga Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno ini.
Untuk diketahui, selain jenang, Jenang Ayu “Bu Sono” Pacing ini juga menyediakan krasikan, rengginang, emping melinjo, emping medem, unthuk cacing, kembang jambu, keripik belut, wajik kletik, rambak cakar, peyek ethul, jadah, dan sebagainya.
Jenang Ayu “Bu Sono” Pacing juga melayani paket untuk seserahan (hantaran) sesuai permintaan pemesan.









