Jelang Imlek, Permintaan Jenang Ayu “Bu Sono” Pacing Meningkat 10 Persen

Ny Sumiyati atau Bu Sono (duduk, tengah) berfoto bersama Camat Wedi Rizqan Iryawan (berdiri paling kanan) dan Kepala Desa Pacing Lami Wiyono, Kamis (12/1/2023).

WartaKita.org – Perayaan Imlek tahun 2023  ini ternyata memberi berkah bagi sejumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Klaten.

Tidak hanya kue keranjang saja yang dicari warga. Jenang ayu juga menjadi makanan ringan yang diburu warga untuk camilan atau oleh-oleh.

Bacaan Lainnya

Hal ini juga dirasakan oleh Jenang Ayu “Bu Sono” Desa Pacing, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.

Pengelola Jenang Ayu “Bu Sono”, Nita Fatmawati, Kamis (12/1/2023), mengatakan, mendekati perayaan Imlek tahun 2023 ini, permintaan jenang ayu miliknya mengalami peningkatan sekitar 10 persen dari hari biasanya.

“Belakangan ini ada peningkatan permintaan sekitar 10 persen. Dalam sehari, kita membuat adonan jenang hingga 75 kilogram setiap sekali masak,” katanya.

Nita Fatmawati menyatakan, selain warga sekitar Kabupaten Klaten yang datang sendiri ke rumah produksi, penjualan jenang ayu ini juga sudah sampai ke berbagai kota besar di Indonesia.

“Bahkan, jenang ayu Bu Sono ini sudah sampai ke Malaysia, Hongkong, dan London (Inggris),” ujarnya.

Nita menyampaikan, jenang ayunya ini diolah dari komposisi baha) tepung ketan, kelapa, gula jawa dan jahe. Semua bahan ini diolah dengan cara diaduk dalam panci yang dipanasi selama sekitar 8 jam.

“Selain jenang ayu, kami juga menyediakan trasian, rengginang, emping melinjo, unthuk cacing, kembang jambu, emping medem, keripik belut, wajik kletik, jadah, peyek ethul, rambak cakar, dan sebagainya,” ungkapnya.

Para pekerja di Jenang Ayu “Bu Sono” sedang mengepak jenang ayu yang telah rampung diproduksi, Kamis (12/1/2023).

Untuk diketahui, di Desa Pacing ini terdapat 3 perajin jenang ayu yang masih berproduksi hingga kini.

Keberadaan perajin jenang ayu ini disambut baik oleh Kepala Desa Pacing, Lami Wiyono.

“Kami merasa senang dan menyambut baik keberadaan perajin jenang ayu di Desa Pacing ini. Karena bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada warga dan menambah penghasilan bagi mereka. Selain itu, Desa Pacing juga dikenal sebagai sentra jenang ayu. Maka kalau ada tamu yang datang ke Pacing, pasti kita arahkan untuk membeli oleh-oleh jenang ayu di sini,” ucap Lami Wiyono.

Pos terkait