Jangan Asal Makan, BPOM: Konsumsilah Pangan Yang Aman Dan Layak

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo berfoto bersama Novi Eko Rini, Muspika Kemalang, para Kades di Balai Desa Tlogowatu, Senin (25/10/2021).

WartaKita.org – Tidak semua pangan itu aman dan layak untuk dikonsumsi. Syarat pangan dapat dikonsumsi itu adalah aman dan layak.

Pernyataan ini disampaikan Koordinator Kelompok Subtansi Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Semarang Novi Eko Rini dalam acara Komunikasi, informasi dan edukasi bersama tokoh masyarakat Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo di Balai Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Senin (25/10/2021).

Bacaan Lainnya

Acara yang dihadiri para Kepala Desa, perangkat desa, Tim Penggerak PKK, BPD, Ketua RT, Ketua RW, relawan dan sebagainya ini mengusung tema “Edukasi keamanan obat dan makanan, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) hadir dan melayani masyarakat”.

“Syarat pangan untuk dikonsumsi itu adalah aman dan layak. Aman berarti bebas dari cemaran, kuman atau ikroba atau mikrobiologis, kimia dan fisik (benda lain). Sedang layak artinya kondisi masih baik, tidak berbau, tidak berlendir, tidak bertentangan dengan agama dan kepercayaan,” katanya.

Novi Eko Rini menjelaskan, penggunaan bahan tambahan pada produk pangan perlu memperhatikan keamanannya, yaitu dilarang digunakan pada pangan dan penggunaan bahan tambahan tidak boleh melebihi batas maksimum yang diizinkan.

“Untuk memastikan agar makanan atau minuman itu aman dan layak dikonsumsi, maka masyarakat perlu membiasakan untuk melakukan cek klik, yakni cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa,” pesannya.

Sedang Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menyatakan, sosialisasi dan edukasi mengenai cara memilih makanan dan minuman, termasuk obat ini sangat penting. Karena selama ini masyarakat sering menggunakan dan mengonsumsi, namun mereka tidak tahu bahwa ada kandungan zat yang berbahaya.

“Ini perlu disosialisasikan dan diedukasikan (kepada masyarakat). Sebab kalau tidak, ini akan berbahaya, dan bisa mengancam diri kita,” ujarnya.

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menyampaikan sosialisasi mengenai keamanan obat dan makanan di Balai Desa Tlogowatu, Senin (25/10/2021).

Terkait pandemi Covid 19, Rahmad Handoyo mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan protokol kesehatan, meski kasus Covid 19 terlihat melandai.

“Kita tidak boleh lengah, abai, dan terlena. Kita harus tetap jalankan protokol kesehatan. Karena saat ini (kasus Covid 19) masih labil, dan bisa terjadi ledakan kasus lagi. Maka sesuatu yang sudah baik ini harus dipertahankan. Kita tetap bergandengan tangan. Karena kita yakin bisa mengendalikan (Covid 19), dan merubah (sikap) dari pandemi menjadi endemi,” tandasnya.

Sementara iru, Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Kemalang Wuryanto dalam sambutan mengatakan, masyarakat Kemalang itu ibarat “cerak watu adoh ratu”. Maka, acara komunikasi, informasi dan edukasi yang diadakan BPOM bekerjasama dengan tokoh masyarakat ini dinilai sangat penting.

“Karena masyarakat mendapatkan berbagai informasi dari BPOM. Ini penting. Agar masyarakat tidak ketinggalan informasi dan wawasan,” ucapnya.

Pos terkait