Inti Puasa Adalah Menahan Diri, Ustad H Wijayanto: Sing Menang Ora Umuk, Sing Kalah Ora Ngamuk

Acara doa bersama yang diadakan di halaman Masjid Al Mu'min Mapolres Klaten, Minggu (5/5/2019) sore.

WartaKita.org – Polres Klaten menggelar doa bersama dengan mengundang pembicara Ustad H Wijayanto yang diadakan di halaman Masjid Al Mu’min Mapolres Klaten, Minggu (5/5/2019) sore.

Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi dalam sambutan menyampaikan, doa bersama ini diadakan sebagai ungkapan syukur atas terselenggaranya Pemilu 2019 yang aman dan damai serta menyambut bulan Ramadhan 1440 H.

Bacaan Lainnya

“Dengan pengajian ini kita mengajakseluruh  masyarakat untuk bisa menyambut bulan Ramadhan tahun ini dengan aman, damai, dan sejuk, serta melupakan semua permusuhan dan perselisihan diantara kita,” katanya.

Kapolres AKBP Aries Andhi berharap agar masyarakat dapat menjaga keamanan, keharmonisan, dan suasana kondusif selama Ramadhan, terlebih seusai gelaran Pemilu 17 April 2019 lalu.

“Kita harus saling menjaga, jangan sampai ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang ingin merusak kerukunan maupun kondusifitas di Klaten,” ujar Andhi.

Usai sambutan Kapolres Klaten dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh para kyai, yaitu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten H Syamsudin Asrofi dan Takmir Masjid Agung Al Aqsa Klaten H Mustari.

Setelah doa bersama dilanjutkan dengan pengajian yang dibawakan oleh Ustad H Wijayanto dari Yogyakarta.

Ustad H Wijayanto dalam tausiah-nya mengatakan, inti dari puasa Ramadhan adalah menahan diri. Karena tidak semua orang bisa menahan diri saat melaksanakan ibadah puasa.

“Pada tanggal 22 Mei 2019 nanti KPU (Komisi Pemilihan Umum) akan mengumumkan hasil rekapitulasi suara Pilpres. Karenanya, semua pendukung, baik itu pasangan 01 maupun 02 harus bisa menahan diri. Sebab, tidak semua yang dicita-citakan itu akan tercapai. Yang ingin menjadi presiden juga banyak. Maka, sing menang ora umuk, sing kalah ora ngamuk,” pesannya.

Dalam bulan Ramadhan ini Ustad H Wijayanto mengajak umat Islam untuk meningkatkan hablum minallah (hubungan dengan Allah) dan hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia).

“Ibadah puasa itu mengajarkan integritas. Maka hablum minallah dan hablum minannas selama bulan Ramadhan itu perlu terus ditingkatkan,” imbaunya.

Sementara itu Bupati Klaten Sri Mulyani mengharapkan agar masyarakat Kabupaten Klaten hidup rukun dan bersatu kembali usai gelaran Pemilu 17 April 2019 lalu

“Mari kita sambut Ramadhan tahun ini dengan penuh sukacita dan penuh kerukunan. Kita jalin kembali ukhuwah. Jangan lagi ada “permusuhan” di antara kita”. Pemilu sudah berlalu, mari kita hidup rukun dan bersatu kembali,” ajaknya.

Pos terkait