WartaKita.org – Kabar gembira bagi pecinta kuliner di Kabupaten Klaten dan sekitarnya.
Kini hadir Rumah Makan Raja Bakaran Klaten yang berlokasi di Jalan Mpu Sedah, Area Sawah, Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten.
Peresmian rumah makan hasil kolaborasi antara BUMDes Nglinggi Mandiri, PTPN X Kebun Klaten dan pihak ketiga (Raja Bakaran) ini dilakukan oleh Bupati Klaten yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Klaten, Joko Purwanto pada Jumat (4/11/2022).
Bupati Klaten dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Klaten, Joko Purwanto mengucapkan selamat atas dibukanya Rumah Makan Raja Bakaran Klaten ini.
Bupati berpesan agar Rumah Makan Raja Bakaran Klaten senantiasa menjaga kualitas dan kelezatan menu makanannya, sehingga menjadi rumah makan pilihan bagi masyarakat Kabupaten Klaten yang ingin menikmati kuliner di Desa Nglinggi.
“Di Rumah Makan Raja Bakaran Klaten ini menyediakan menu masakan langka, yakni hiu bakar. Keunikan menu ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, sehingga mengundang rasa penasaran masyarakat untuk berkunjung ke rumah makan ini,” katanya.
Bupati berharap, kehadiran Rumah Makan Raja Bakaran Klaten ini mampu berkontribusi dalam meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Klaten, serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Sedang Kepala Desa Nglinggi Sugeng Mulyadi mengapresiasi atas inisiatif BUMDes Nglinggi Mandiri yang dengan keterbatasannya, mampu mensinergikan dengan mitra, terlebih di pasca pandemi Covid-19 ini.
“Melihat pariwisata mulai bangkit, kuliner-kuliner mulai menggeliat, BUMDes Nglinggi Mandiri mampu mengajak owner Raja Bakaran dengan PTPN X Kebun Klaten, sehingga Rumah Makan Raja Bakaran ini berdiri. Ini layak diapresiasi,” ujarnya.
Sugeng Mulyadi menyatakan, Rumah Makan Raja Bakaran ini memang istimewa. Karena di Klaten baru ada satu rumah makan yang kitchen open. Artinya, dapur rumah makan yang digunakan untuk memasak terbuka, sehingga pengunjung bisa melihat dari segi kesehatan, kebersihan, dan lainnya.
“Ini menjadi keunggulannya. Sedang untuk menu istimewanya di Klaten belum ada, yaitu hiu bakar. Di sini juga tersedia bakaran untuk rame-rame (banyak orang). Bakaran iga yang besar itu di Klaten juga belum ada,” terangnya.
Sugeng menyatakan, dengan memanfaatkan lokasi yang strategis, dan dengan inovasi mitra kerja yang baik, Rumah Makan Raja Bakaran ini diharapkan dapat berkembang baik.
“Di sini, setiap malam ada ajang untuk menyanyi (yang diiringi) akustik. Kalau Sabtu, Minggu, malam hari libur pasti ada (hiburan). Ini tentu menarik,” tandasnya.
Kades Nglinggi mengemukakan, keberadaan Rumah Makan Raja Bakaran ini akan menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena rumah makan ini akan memfasilitasi UMK warga dan menumbuhkan UKM di sekitarnya. Juga melibatkan tenaga kerja dari sekitar rumah makan ini.
“Sebentar lagi akan disedikan menu ayam untuk mengakomodasi warga yang tidak suka dengan menu bakaran yang disediakan. Juga akan memfasilitasi es kuwut, dan hasil UKM makanan olahan yang dikelola ibu-ibu, khususnya gorengan. Tetapi yang standar,” ungkapnya.

Sementara itu Owner Rumah Makan Raja Bakaran Klaten, Yunkarnidi Arif menjelaskan, menu yang ditawarkan di sini adalah aneka bakaran, seperti iga badak. Menu iga badak ini adalah iga sapi yang diimpor dari Australia dalam bentuk yang sangat besar sehingga berotot, seperti badak.
“Kalau (menu) hiu bakar, itu benar-benar (ikan) hiu. Ini satu-satunya (menu) yang ada di Jogja dan Solo. Juga ada (menu) stengkel, yaitu masakan dari Sumatera atau Sulawesi,” paparnya
Diky, panggilan akrab Yunkarnidi Arif, menyatakan, harga di Rumah Makan Raja Bakaran Klaten ini sangat murah, sesuai dengan kantong masyarakat Klaten. Jadi sangat terjangkau.
“Kita melayani untuk kalangan middle low (menengah ke bawah). Karena itu kita buka di Klaten. Kita harapkan bisa memberi warna tersendiri di Klaten,” katanya.
Terkait, Kepala Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Zaenal Arifin mengaku, masakan di Rumah Makan Raja Bakaran Klaten ini rasanya enak.
“Rasanya mantap,” ucapnya singkat.









