Indonesia Punya Kekhasan Demokrasi, Pemilu Ajang Untuk Mengevaluasi

Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Stephanus Sukirno saat menyampaikan materi pada acara Sosialisasi “Penguatan Demokrasi Daerah” di Gedung Serbaguna Al Mubarok Desa Kwaren, Minggu (19/3/2023) malam.

WartaKita.org – Pemilihan Umum (Pemilu) adalah pesta demokrasi yang juga pestanya rakyat. Dalam Pemilu, warga punya hak untuk memilih dan dipilih.

Pernyataan ini disampaikan Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Stephanus Sukirno pada acara Sosialisasi “Penguatan Demokrasi Daerah” di Gedung Serbaguna Al Mubarok Desa Kwaren, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten pada Minggu (19/3/2023) malam.

Bacaan Lainnya

“Selain warga mempunyai hak untuk memilih dan dipilih, Pemilu juga menjadi ajang bagi masyarakat untuk mengevaluasi wakilnya. Apakah wakil rakyat itu perlu terus dilanjutkan, atau cukup sekian. Karena itu, masyarakat perlu dijelaskan, apa itu tugas dewan,” katanya.

Meski begitu, imbuh mantan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang itu, Indonesia mempunyai kekhasan demokrasi.

“Demokrasi kita memang punya kekhasan, yaitu musyawarah untuk mufakat. Kita punya Demokrasi Pancasila. Demokrasi yang tidak hanya melulu voting atau dengan pemungutan suara, tetapi lebih mengutamakan musyawarah,” ujarnya

Sedang Anggota DPRD Kabupaten Klaten Arry Shinta Wati menyambut baik sosialisasi “Penguatan Demokrasi Daerah” yang diadakan di Desa Kwaran ini.

“Tugas Dewan itu tidak hanya melakukan sosialisasi Perda saja. Tetapi yang penting adalah bagaimana melayani masyarakat. Karena itu, Dewan harus bisa bersinergi dengan Pemerintah Desa dan masyarakat. Itu yang namanya simbiosis mutualisme. Untuk itu, mari kita bersama-sama membangun Desa Kwaren,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Desa (Sekdes) Kwaren, Budi Santosa dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Stephanus Sukirno yang telah memilih mengadakan sosialisasi di desanya.

“Terima kasih telah memilih Desa Kwaren. Semoga tujuan sosialisasi ini dapat tercapai. Kami mohon maaf, kalau ada yang kurang. Kami mohon dibantu agar Desa Kwaren kedepan lebih baik lagi. Karena kita semua ini adalah keluarga. Punya satu visi dan misi yang sama,” ucapnya.

Usai sosialisasi, dibuka sesi tanya jawab.

Warga Kwaren, Dina mengusulkan agar lantai PAUD dikeramik. Karena sampai sekarang masih lantai semen. Sehingga kalau anak-anak jatuh, bisa mengakibatkan luka.

Menanggapi permintaan warga tersebut, Sukirno dan Shinta berkomitmen mau mengupayakan pembangunan PAUD tersebut.

“Saya menyambut baik adanya PAUD di Desa Kwaren ini. Saya berpesan, agar anak-anak dididik menjadi anak yang cerdas dan berkarakter, menjadi anak Indonesia yang seutuhnya,” pesan Sukirno.

Pos terkait