WartaKita.org – Imbas dari penyebaran virus Corona mulai dirasakan di sektor pariwisata.
Belakangan ini, jumlah pengunjung Umbul Ponggok yang berada di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten itu turun drastis menyusul mewabahnya virus Corona.
Kepala Desa (Kades) Ponggok Junaedhi Mulyono, Selasa (17/3/2020) menyampaikan, penurunan jumlah pengunjung Umbul Ponggok ini mencapai 70 persen. Sehingga dampaknya, pemasukan dari Umbul Ponggok menjadi berkurang signifikan. Bahkan dikhawatirkan, tidak cukup untuk membayar gaji karyawan.
“Untuk tiga bulan ke depan, BUMDes Tirta Mandiri Ponggok akan mencari dana talangan untuk menopang kebutuhan operasional, termasuk gaji karyawan. Ini memang harus dilakukan. Bahkan kalau situasinya masih seperti ini, tidak menutup kemungkinan akan ada opsi untuk pengurangan atau merumahkan sebagian karyawan,” katanya.
Kades Junaedhi Mulyono menyatakan, sampai saat ini, setidaknya sudah ada 19 kelompok kunjungan studi banding dari luar daerah Klaten yang membatalkan kunjungan ke Ponggok. Ini belum termasuk pengunjung lainnya yang datang secara pribadi, keluarga, atau rombongan.
“Adanya imbauan dari Pemerintah kepada warga untuk tinggal di rumah dan menghindari kerumunan massa memang berdampak kepada dunia pariwaisata, termasuk Umbul Ponggok ini. Tetapi kami meyakini, bahwa ini adalah langkah bijak yang ditempuh Pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona,” ujarnya.
Junaedhi Mulyono mengatakan, karena Umbul Ponggok ini adalah obyek wisata milik desa, maka tetap dibuka untuk pengunjung. Karena itu, pihaknya melakukan berbagai upaya yang ketat untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran Virus Corona di wilayahnya.
“Kami menyediakan hand sanitizer untuk setiap pengunjung. Kami juga menyemprotkan disinfektan ke pengunjung di pintu masuk Umbul Ponggok. Selain itu, kami menyiapkan alat pendeteksi suhu badan. Ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan setiap pengunjung Umbul Ponggok,”paparnya.
Dia menambahkan, Pemdes Ponggok saat ini sedang fokus pada upaya pencegahan penyebaran virus Corona. Pemdes bekerjasama dengan BUMDes dan relawan untuk mengedukasi masyarakat Ponggok agar tetap tenang, waspada, dan semangat dalam menyikapi merebaknya virus Corona ini.
“Kami tetap optimis bisa menghadapi tantangan ini. Karena itu, kami mengajak mayarakat untuk bersama-sama bergotong royong, saling support satu sama lain. Dan jangan menyebar berita yang akan membikin panik masyarakat. Kami yakin, badai ini pasti akan berlalu,” tandasnya.









