WartaKita.org – Sebuah upaya yang baik lagi terpuji dilakukan oleh para alumni SMA Negeri 1 Klaten, Jawa Tengah.
Sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada tempat kelahiran (Kabupaten Klaten), maka para alumni SMA Negeri 1 Klaten membangun Masjid Qolbun Syakur di pinggir Jalan Jogja – Solo Km 18, tepatnya di Desa Sanggrahan, Kecamatan Prambanan yang tidak jauh dari RSU PKU Muhammadiyah Prambanan ini.
Pembangunan Masjid Qolbun Syakur ini didedikasikan untuk masyarakat Kabupaten Klaten dan para “musafir” yang kelak akan memanfaatkan masjid tersebut sebagai tempat ibadah.
Sebagai langkah awal dari pembangunan Masjid Qolbun Syakur ini, maka diadakanlah pemancangan tiang pertama (groundbreaking ceremony) oleh Bupati Klaten yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten, Jajang Prihono pada Minggu (7/7/2024) pagi.
Ketua panitia pembangunan Masjid Qolbun Syakur, Joko Priyana menyampaikan, kegiatan groundbreaking ini merupakan momen penting dalam proses pembangunan masjid Qolbun Syakur yang diinisiasi oleh para alumni SMA Negeri 1 Klaten lintas angkatan itu.
“Kegiatan groundbreaking ini menjadi momen yang membanggakan bagi para alumni SMA Negeri 1 Klaten yang telah mengambil langkah pertama dalam mewujudkan impian mereka membangun masjid untuk singgah (ampiran) para musafir. Acara ini memberikan semangat baru dan memperkuat keyakinan bahwa masjid yang diidam-idamkan itu akan segera menjadi kenyataan,” katanya.

Joko Priyana menyatakan, tujuan diadakannya groundbreaking pembangunan Masjid Qolbun Syakur ini diantaranya untuk memperkenalkan proyek pembangunan Masjid Qolbun Syakur itu kepada para alumni SMA Negeri 1 Klaten dan masyarakat luas.
“Acara ini untuk memberikan gambaran tentang rencana dan visi proyek, termasuk desain, fasilitas, dan fitur-fitur lainnya. Kita ingin memberikan gambaran secara lengkap untuk bisa dipahami dan dimengerti tentang apa yang akan dikerjakan dalam proyek pembangunan Masjid Qolbun Syakur ini,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Joko Priyana, kegiatan groundbreaking pembangunan Masjid Qolbun Syakur ini juga dimaksudkan untuk membangun hubungan yang baik dan bersilaturahmi dengan banyak pihak, agar proses pembangunan masjid ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.
“Semoga pembangunan Masjid Qolbun Syakur ini bisa berjalan baik, lancar, dan cepat selesai dengan adanya banyak pihak yang membantu dan berkontribusi,” harapnya.
Joko Priyana menjelaskan, lahan Masjid Qolbun Syakur ini seluas 947 meter persegi. Sedang luas bangunan masjid direncanakan 671 meter persegi. Terdiri dari ruang sholat lantai 1 seluas 135 meter persegi yang dapat menampung 220 jamaah, dan ruang sholat lantai 2 seluas 113 meter persegi yang dapat menampung 208 jamaah, serta ruang selain ruang sholat dua lantai seluas 423 meter persegi. Ruang ini akan digunakan untuk ruang wudlu, ruang pengurus, ruang musafir, dan ruang menara. Selain itu, juga disediakan ruang terbuka seluas 582 meter persegi untuk ruang parkir dan taman.
“Pembangunan Masjid Qolbun Syakur ini membutuhan anggaran sekitar Rp8 miliar. Anggaran ini untuk membeli lahan sekitar Rp1,62 miliar. Sedang anggaran untuk pekerjaan pembangunan sekitar Rp6,39 miliar,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Klaten yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten, Jajang Prihono menyambut baik pembangunan Masjid Qolbun Syakur ini.
“Semoga pembangunan Masjid Qolbun Syakur ini dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses, yaitu tepat waktu, tepat mutu, serta bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sekda Jajang Prihono mengatakan, pembangunan Masjid Qolbun Syakur ini menunjukkan bahwa masyarakat telah mampu memadukan kehidupan material dan spiritual.
“Ada satu hal yang tidak boleh dikesampingkan yakni, masjid pada saatnya nanti sudah berdiri, kita wajib untuk memakmurkannya. Jangan sampai, sudah terbangun, (masjid) malah ditinggalkan. Karena ada perintah dari Allah SWT, kita diminta untuk berlomba-lomba memakmurkan masjid, bukan berlomba-lomba untuk membangun masjid. Karena optimalisasi peran masjid secara tidak langsung akan mendukung gerakan pemerintah dalam pembangunan manusia seutuhnya, terutama anak-anak sebagai generasi penerus kita bersama,” pesannya.
Sekda berharap, pembangunan Masjid Qolbun Syakur ini hendaknya disengkuyung bersama-sama, dengan tetap mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan, serta menciptakan iklim kondusif agar semua kegiatan pembangunan masjid yang sudah ditetapkan dapat berjalan sesuai rencana.
“Setelah masjid ini nantinya sudah terbangun, hendaknya dipelihara dan dimakmurkan sebaik mungkin. Saya berharap, masyarakat Desa Sanggrahan agar bisa terus memakmurkan masjid. Karena indikator keberhasilan sebuah masjid adalah dilihat dari seberapa jauh umat dalam berlomba-lomba memakmurkan masjid,” ungkapnya.









